Penetapan Harga Dalam Islam [PDF]

  • 0 0 0
  • Suka dengan makalah ini dan mengunduhnya? Anda bisa menerbitkan file PDF Anda sendiri secara online secara gratis dalam beberapa menit saja! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

MAKALAH PENETAPAN HARGA DALAM ISLAM



Kelompok 6 1. Atani Salma 2. Hanifah Ratih Prastiwi 3. Moh. Nur



Ilmu Ekonomi Syari’ah Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Yogyakarta 2021



DAFTAR ISI DAFTAR ISI......................................................................................................................i BAB I.................................................................................................................................1 PENDAHULUAN.............................................................................................................1 A. Latar belakang........................................................................................................1 B. Rumusan masalah...................................................................................................1 C. Tujuan.....................................................................................................................1 BAB II...............................................................................................................................2 PEMBAHASAN................................................................................................................2 A. Definisi harga.........................................................................................................2 B. Teori harga..............................................................................................................3 C. Konsep harga yang adil dalam ekonomi islam.......................................................3 D. Faktor yang memengaruhi harga............................................................................4 E. Penyebab rusaknya harga.......................................................................................5 F.



Penetapan harga......................................................................................................5



G. Peran pemerintah dalam penetapan harga..............................................................6 H. Dasar hukum...........................................................................................................7 I.



Mekanisme penetapan harga..................................................................................7



BAB III..............................................................................................................................8 KESIMPULAN.................................................................................................................8 A. Kesimpulan.............................................................................................................8 B. Saran.......................................................................................................................8 DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................9



i



BAB I PENDAHULUAN



A. Latar belakang Dalam ilmu ekonomi kita sering dengar kata harga. Dalam hal ini kaitannya adalah bagaimana nilai dapat menjadi transaksi antara penjual dan pembeli sebagai pengganti barang atau jasa yang ditukar. Namun penetapan harga harus mengikuti prosedur yang ada, dan beberapa pihak intervensi harga telah bertugas mencegah harga naik diatas harga pasar dan harga yang tidak seimbang antara biaya produksi dengan keuntungan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kedzoliman antar masyarakat. Penentuan harga jugs tidak boleh dilakukan secara sepihak melainkan harus dengan kesepakatan penjual dan pembeli dengan kata lain harga ditetapkan jika suka sama suka rela sama rela ikhlas sama ikhlas. Kata harga tidak lagi asing karena disetiap transaksi kita pasti menjumpai harga dalam bentuk apapun. Harga merupakan aspek penting yang mempengaruhi laku tidaknya suatu produk yang ditawarkan, harga berperan penting dalam menghasilkan keuntungan dan pendapatan dalam suatu transaksi oleh karena itu kesalahan dalam menentukan harga akan berakibat pada penawaran produk. Harga juga menunjukan bahwa penjual adalah pedagang yang bermoral, yang dimaksud pedagang yang bermoral adalah ketika penjual melakukan transaksi yang tidak merugikan kedua belah pihak, tidak adanya unsur pemaksaan atau poenipuan serta tidak menimbun barang dengan mengorbankan kepentingan makhluk sosial, tidak menyembunyikan informasi terkait untuk menaikan keuntungan individu dan tidak mengurangi timbangan. Dan larangan-larangan tersebut adalah haram. B. Rumusan masalah 1. Apa saja kaidah yang diperlukan dalam menetukan harga? 2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi harga suatu produk? 3. Bagaimana pandangan ekonomi Islam terhadap harga sebagai unsur penting transaksi? C. Tujuan 1. Menjelaskan kaidah-kaidah penentuan harga. 2. Mencari faktor yang dapat memengaruhi harga suatu barang dan jasa. 3. Mendefinisikan harga sebagai unsur penting transaksi menurut perspektif para ahli.



1



BAB II PEMBAHASAN A. Definisi harga Menurut Philip Kotler definisi harga adalah salah satu unsur bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan serta unsur-unsur pemasaran yang menghasilkan biaya. Harga adalah unsur bauran pemasaran yang paling mudah disesuaikan termasuk ciri dari produk, saluran, bahkan promosi membutuhkan lebih banyak waktu. Harga juga mengkomunikasikan posisi nilai yang dimaksudkan perusahaan tersebut kepada pasar tentang produk dan merknya. 1Bisa kita ketahui dari pendapat Philip Kotler bahwa harga adalah unsur perdagangan (bauran pemasaran) dari suatu barang yang dapat menghasilkan pendapatan. Yang dimaksud dengan bauran pemasaran adalah sesuatu yang mencakup harga, produk, saluran, dan promosi atau yang lebih dikenal dengan istilah 4P (price, product, place, dan promotion). Harga bagi suatu badan usaha dapat menghasilkan pendapatan (income) dan bauran lainnya menimbulkan biaya yang ditanggung badan usaha itu sendiri. Menurut Batsu Swasta dan Irwan definisi harga adalah jumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi produk. Terdapat berbagai macam istilah dalam penyebutan harga yang disesuaikan kepada situasi dan kondisi pemasaran.2 Yang dimaksud dengan perbedaan harga dalam situasi dan kondisi tertentu, misalnya harga sandang dan pangan meningkat menjelang hari-hari besar, harga sandang dan pangan menyesuaikan kualitas produksi, dan harga akan turun ketika produk banyak dipasarkan. Fandi Tjiptono menyatakan harga bisa diungkapkan dengan berbagai istilah seperti; iuran, tarif, sewa, bunga, upah, gaji, SPP, dan lain-lain. Dari sudut pandang pemasaran harga merupakan satuan moneter dalam ukuran barang dan jasa yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atau penggunaan suatu barang dan jasa. Konsep ini bisa juga disebut pertukaran (exchange) yang berkaitan dengan pemasaran.3 Menurut Henry Faizal Noor harga adalah biaya tambahan, margin dan merk up biaya (cost plus pricing) dan harga jual berasal dari biaya ditambah keuntungan. Penetapan harga jual didasarkan pada besarnya biaya pengeluaran ditambah keuntungan yang dikehendaki produsen.4 Thomas J menyatakan bahwa harga adalah unsur penting dalam menentukan pendapatan perusahaan, karena pendapatan perusahaan (total revenue) adalah hasil kali dari harga (price) dengan kuantitas yang terjual. Tinggi rendahnya harga akan mempengaruhi jumlah barang yang dijual.5



Philip Kotler. Manajemen Pemasaran (edisi ke sebelas). Jilid 2. (Jakarta: Gramedia, 2005) Batsu Swasta dan Irwan. Manajemen Pemasaran Modern. (Yogyakarta: Liberty, 2005) Cet. 2 3 Fandi Tjiptono. Strategi Pemasaran. (Yogyakarta: Andi, 1997) Cet. 2 4 Henry Faizal Noor. Ekonomi Manajerial. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007) Cet. 1 5 Thomas J. Pemasaran dan Pasar. (Jakarta: Gema Insani Press, 2001) Cet.1 1 2



2



B. Teori harga Teori harga merupakan teori yang menjelaskan tentang naik turunnya harga yang dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. 1. Permintaan Perilaku permintaan salah satu perilaku ekonomi yang mendominasi dalam praktek ekonomi mikro, tetapi berlaku juga pada ekonomi makro. Determinasi harga terhadap permintaan dengan mengansumsi faktor-faktor yang mempengaruhinya dianggap tetap (ceteris paribus) mengahsilkan hukum permintaan, sedangkan permintaan yang menentukan harga maka disebut teori permintaan(tanpa asumsi ceteris paribus) a. Hukum permintaan “semakin rendah harga suatu barang maka, semakin banyak permintaan” sebaliknya semakin tinggi harga suatu barang maka, semakin sedikit permintan terhadap barang tersebut” 2. Penawaran Permintaan saja belum merupakan syarat yang cukup mewujudkan transaksi dalam pasar. Permintaan yang wujud hanya dapat dipenuhi apabila para penjual dapat menyediakan barang-barang yang diperlukan tersebut. penawaran adalah banyaknya barang yang ditawarkan oleh penjual pada suatu pasar tertentu pada periode tertentu dan pada tingkat harga tertentu. a. Hukum penawaran Pada dasarnya hukum penawaran adalah “semakin tinggi harga sesuatu barang, maka semakin banyak jumlah penawarannya begitu juga sebaliknya semakin rendah harga suatu barang, maka semakin sedikit jumlah penawaran”6 D. Konsep harga yang adil dalam ekonomi islam Islam sangat menjujung tinggi keadilan (al-adl/justice) termasuk juga dalam penentuan harga. Terdapat beberapa terminologi dalam bahasa arab yang maknanya menuju kepada harga yang adil, seperti; si’r al mitsl, tsaman al mitsl dan qimah aladl. Adanya suatu harga yang adil telah menjadi pegangan yang mendasar dalam transaksi yang islami. Pada prinsipnya transaksi bisnis harus dilakukan pada harga yang adil, sebab ia adalah cerminan dari komitmen syari’ah islam terhadap keadilan yang menyeluruh. Secara umum harga yang adil ini adalah harga yang tidak menimbulkan eksploitasi atau penindasan ehingga merugikan salah satu pihak dan menguntungkan pihak yang lain. Harga harus mencerminkan manfaat bagi pembeli da penjualnya secara adil, yaitu penjual memperoleh keuntungan yang normal dan pembeli memperoleh manfaat yang setara dengan harga yang dibayarkan. Konsep harga yang adil didasarkan atas konsep equivalen price jelas lebih menunjukan pandangan yang maju dalaSitim teori harga dengan konsep just price. Konsep just price hanya melihat harga dari sisi produsen sebab mendasari pada biaya produksi saja. Konsep ini jelas memberikan rasa keadilan dalam perspektif Siti Muflikhatul Hidayah. Penentuan Harga Jual Beli Dalam Ekonomi Islam. (Surakarta: 2007). Jurnal Uiversitas Muhammadiyah Surakarta 6



3



yang lebih luas, sebab konsumen juga memiliki penilaian tersendiri atas dasar harga yang terbentuk atas dasar kekuatan permintaan dan penawaran dipangsa pasar.7 Islam menghargai hak penjual dan pembeli untuk menentukan harga sekaligus melindungi hak keduanya. Islam membolehkan bahkan mewajibkan pemerintah melakukan intervensi harga, bila kenaikan harga disebabkan oleh distorsi terhadap permintaan dan penawaran. Kebolehan intervensi harga antara lain: 1. Intervensi harga yaitu melindungi penjual dalam hal tambahan keuntungan (profit margin) serta melindungi pembeli dalam hal membeli (purchasing power). 2. Jika tidak dilakukan intervensi harga maka pihak pejual akan menaikan harga dengan cara ihtikar atau mendzalimi pembeli. 3. Pembeli biasanya mewakili masyarakat secaraluas, sedangkan penjual mewakili kelompok masyarakat secara sempit. Sehingga intervensi harga berarti melindungi masyarakat yang lebih luas. Suatu intervensi harga dianggap dzalim apabila harga maximum (celling price) ditetapkan dibawah harga keseimbangan yang terjadi melalui mekanisme pasar yaitu atas dasar suka sama suka, rela sama rela. Dapat dikatakan bahwa harga minimum yang ditetapkan sebagai harga keseimbangan kompetitif adalah dzalim8 E. Faktor yang memengaruhi harga Ketentuan harga dalam negara islam diantaranya; 1. Kenaikan harga sebenarnya Kenaikan harga sebenarnya ini bisa terjadi karena bertambahnya persedian uang, berkurangnya produktivitas, bertambahnya kemajuan aktivitas, dan berbagai pertimbangan kebijakan fisikal dan moneter. 2. Kenaikan harga buatan Kenaikan harga buatan ini terjadi karena para pengusaha serakah atau para pengusaha yang sengaja menimbun sedangkan menimbun itu dilarang rosulullah dalam hadisnya yaitu; “Sa’id Ibnul Musayyib telah menceritakan sesungguhnya Ma’mar berkata Rosulullah bersabda barang siapa yang menimbun maka dia telah berbuat dosa” (HR. Muslim, no.1605)9 Contoh kenaikan harga buatan: a. Najsy, yaitu sebuah praktek dagang yang dimana seorang berpura-pura menawarkan barang dagangannya dengan maksud hanya menaikan harga b. Bay’ Ba’dh ‘Ala Ba’dh, yaitu melakukan lompatan atau penurunan harga oleh seseorang dimana kedua belah pihak masih terlibat akad tawar menawar dan baru akan menyelesaikan penetapan harga.10 c. Talaqqi Al-Rukbari, yaitu perbuatan seseorang dimana dia mencegat orangorang yang membawa barang dari desa dan membelinya sebelum tiba dipasar.11 Yusuf Qardawi. Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam. Bab Al-Buyuu’ (Jakarta: Robbani Press, 2004) Hadis ke4. Cet.4 8 Heri Sudarsono. Konsep Ekonomi Islam suatu Pengantar (Yogyakarta: Ekonomisia, 2002) 9 Syaikh Muhammad Nashiruddin. Shahih At-Taghrib Wa At Tarhib. Hadits-Hadits Shahih Tentang Anjuran dan Janji Pahala, ancaman dan dosa. (Jakarta: Pustaka Sahifa, 2008). Cet.1 10 Mustaq Ahmad. Etika Bisnis dalam Islam. (Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2001). Cet.1 11 Asyari. Kamus Istilah Ekonomi Syariah. (Padang: PT. Al Maarif, 2003) 7



4



3. Kenaikan harga kebutuhan pokok Suatu agama yang mengatur dan mengawasi makanan kita dengan maksud menjadikan manusia murni, tidak mengabaikan kenaikan harga pangan karena ini merupakan kebutuhan pokok. Sebab itulah hasil dari bumi harus dijual dipasar sedemikian rupa sehingga ia dapat dibeli dengan harga murah. 4. Harga monopoli Monopolisasi adalah upaya perusahaan yang relative besar dan memiliki posisi dominan untuk mengatur atau meningkatkan kontrol terhadap pangsa pasar dengan berbagai praktek anti kompetitif, sehingga jenis pasar yang bersifat monopoli hanya terdapat satu penjual. Sementara itu praktek monopoli adalah pemusatan kekuatan ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan penguasaan produksi dan pemasaran atas barang dan jasa tertentu sehingga menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum.12 F. Penyebab rusaknya harga Dalam perspektif ekonomi islam semua orang berhak berbisnin namun tidak boleh melakukan distorsi atau mendistorsi pesaing lain yang bisa merusak harga. Dalam islam melarang praktek-praktek jual beli yang dapat merusak harga seperti: 1. Penipuan Kolusi produsen dan distributor dalam menetapkan harga (conpiratorial price fixing), ketidaktahuan konsumen, penyalahgunaan kuasa dan memanipulasi emosi atau menggunakan kondisi psikologi orang yang sedang berkabung. 2. Gharar Jual beli yang tidak memenuhi perjanjian, tidak dapat dipercaya, dalam keadaaan bahaya, tidak diketahui harga, barang, dan keselamatannya, kondisi barang, dan waktu diperolehnya. 3. Ghaban fahisy, gabhn, dan tadlis Ghaban fahisy adalah menjual diatas harga pasar. Ghabn adalah selisih antara harga yang disepakati penjual dan pembeli dengan harga yang disepakati penjual dan pembeli dengan harga pasar akibat ketidaktahuan pembeli akan harga. Dan tadlis adalah penipuan pada pihak penjual dan pembeli dengan menyembunyikan cacat transaksi13 G. Penetapan harga Zaman Rasulullah Penetapan harga dalam kehidupan masyarakat menjadi masalah sosial karena kebingungan masyarakat dalam menetapkan harga. Pengertian penetapan harga sendiri adalah apabila penguasa atau wakilnya atau siapa saja yang memimpin umat islam memerintah pelaku pasar untuk tidak menjual barangnya kecuali dengn harga tertentu. Penetapan harga juga didefinisikan suatu nilai tukar atau nominal yang menunjukkan nilai jual beli atas barang yang akan dipasarkan oleh konsumen dengan ketentuan tertentu dan tetap mengikuti prosedur terkait. Biasanya disebut juga dengan ta’sir atau penetapan harga oleh pemimpin atau Mustafa Kamal Rokan. Hukum Peraingan Usaha: teori dan Praktiknya di Indonesia. (Jakarta: rajawali pers, 2012). Cet. 2 13 Muhammad dan Alimin. Etika dan Perlindungan dalam Ekonomi Islam. (Yogyakarta: BPEF Yogyakarta, 2004) 12



5



wakilnya. Penetapan harga baiknya dilakukan oleh orang yang menjual barang tersebut tidak ditetapkan oleh pihak lain atau pemerintah.14 H. Peran pemerintah dalam penetapan harga Berkembangnya zaman dan keberagaman agama di Indonesia pemerintah memiliki peran dalam penetapan harga antara lain: 1. Regulasi harga Regulasi harga adalah pengaturan yang dilakukan pemerintah terhadap hargaharga barang. Regulasi bertujuan untuk memelihara kejujuran dan memungkinkan penduduk bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Beberapa ulama tidak setuju adanya penetapan harga oleh pemerintah antara lain Ibnu Qadamah, Imam Hambali, dan Imam Syafi’i bahwa penetapan harga dari pandangan ekonomis mengindikasi tidak menguntujngkan bentuk pengawasan atas harga. Namun, beberapa ahli fiqih islam mendukung regulasi harga walau ditetapkan ketika darurat. 2. Intervensi harga dalam islam Dalam pandangan imam yahya bin umar kebebasan ekonomi ditentykan oleh kekuatan pasar yakni kekuatan penawaran (supply) dan permintaan (demand). Namun, ia menambahkan bahwa mekanisme harga itu harus tunduk kepada kaidah-kaidah. dalam kaidah tersebut pemerintah berhak untuk melakukan intervensi pasar ketika terjadi tindakan sewenang-wenang dalam pasar yang dapat menimbulkan kemudaratan bagi masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah berhak mengeluarkan pelaku tindakan itu dari pasar. Hukuman ini berarti melarang pelaku melakukan aktivitas ekonominya di pasar, bukan merupakan hukuman maliyah. Intervensi harga ini bertujuan untuk mewujudkan kerelaan dan mencegah kezaliman. Kewajiban intervensi harga dengan saddu al-dzara’i (mencegah terjadinya kerusakan) yaitu negara mempunyai hak melakukan intervensi harga apabila terdapat ekploitasi harga terhadap komoditas yang ada atau kebutuhan pokok masyarakat, dengan menaikkan harga tanpa adanya justifikasi yang dibenarkan oleh hukum. Dalam kondisi ini pedagang tidak boleh menjual komoditas kecuali dengan harga yang adil. Islam menghargai hak penjual dan pembeli untuk menentukan harga sekaligus melindungi hak keduanya. Islam membolehkan, bahkan mewajibkan pemerintah melakukan intervensi harga, bila kenaikan harga disebabkan adanya distorsi terhadap permintaan dan penawaran.15



Hendra Pertaminawati. Analisis Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang Mekanisme Pasar dan Penetapan Harga dalam Perekonomian Islam. (Jakarta, 2016). Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam 15 Rifa’at Al Audi. Min Al Turats: Al Iqtishad Li Al Muslimin. (Mekkah: Rabithah ‘Alam Al Islami, 1985). Cet.4 14



6



I.



Dasar hukum Dalil penetapan harga atau ta’sir terdapat dalam Al-Qur’an surat an-Nisa ayat 29: ْ َ ‫اض ِم ْن ُك ْم ۚ َواَل تَ ْقتُلُوا أَ ْنفُ َس ُك ْم ۚ إِ َّن هَّللا‬ ٍ ‫يَا أَيُّهَا الَّ ِذينَ آ َمنُوا اَل تَأ ُكلُوا أَ ْم َوالَ ُك ْم بَ ْينَ ُك ْم بِ ْالبَا ِط ِل إِاَّل أَ ْن تَ ُكونَ تِ َجا َرةً ع َْن تَ َر‬ )٢٩( ‫َكانَ بِ ُك ْم َر ِحي ًما‬ Artinya: Wahai orang-orang yang beriman,janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar). Kecuali dengan jalan perdagangan yang berlaku atas suka sama suka.16 Hadits riwayat anas bin malik ‫ يارسول هللا غال السعر‬:‫ فقال الناس‬,‫ غال السعبر على عهد ريول هللا صلى هللا عليه وسلم‬:‫عن أنسي بن ملك قال‬ ‫ وإنى الرجو أن‬،‫ إن هللا هوالمسعر القابض الباسط الرازق المسعر‬:‫ فقال رسول هللا صلى هللا عليه وسلم‬,‫فسعر لنا‬ )‫ألقى هللا وليس احد منكم يطالبني بمظلمة في دم والمال(رواه الخمسة اال النسائي وصححه الترمذي‬ Artinya: Dari Anas bin Malik, ia berkata: orang-orang berkata, “Wahai Rasulullah, harga telah naik, maka tetapkanlah harga untuk kami.” Laku Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah yang menetapkan harga, yang mempersempit, dan memperluas, dan aku berharap bertemu dengan Allah sedangkan salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kedzaliman dalam darah atau harta”. (HR Imam lima selain al-Nasai. Dishahihkan oleh al Tirmidzy)17



J.



Mekanisme penetapan harga Menurut Abu Yusuf Mekanisme penetapan harga adalah suatu cara pertimbangan yang digunakan untuk menentukan bagaimana suatu produk atau barang yang dijual bisa laku dipasaran setelah adanya intraksi permintaan dan penawaran dan juga untuk bisa bersaing dengan perusahaan atau pedagang lainya. Menurutnya mekanisme dalam penetapan harga tidak terlepas dari mekanisme pasar dan peningkatan dan penurunan produksi dalam kaitannya dengan perubahan harga, pemahamannya saat itu bahwa bila tersedia sedikit barang maka harga akan mahal dan demikian sebaliknya.18



BAB III Departemen Agama RI. Al Hikmah; Alqur’an dan Terjemahannya Euis Amalia. Mekanisme Pasar dan Kebijakan Penetapan Harga Adil. (Jakarta: Al Iqtishad, 2013). Jurnal UIN Syarif Hidayatullah 18 Nurul Huda. Ekonomi Makro Islam. (Jakarta: Kencana, 2008). Cet. 1 16 17



7



KESIMPULAN



A. Kesimpulan Harga merupakan pendapatan atau pemasukan bagi pengusaha yang ditinjau dari segi konsumen, harga juga suatu pengeluaran yang akan dikeluarkan konsumen demi mendapatkan yang ia inginkan. Harga ditetapkan sesuai dengan pertimbangan antara kualitas dan kuantitas, karena jika harga itu tinggi pembeli akan berpikir bahwa kualitasnya bagus dan baik begitu juga sebaliknya jika harga produk rendah maka menandakan bahwa kualitasnya kurang bagus. Dan jika harga suatu produk tinggi dan ternyata konsumen tidak puas dengan kualitasnya maka berakibat pada kerugian terhadap pihak pembeli, begitu juga jika harga yang ditawarkan rendah sedangkan kualitasnya sangat bagus dapat berakibat kerugian juga terhadap pihak produsen. Oleh karena itu harga harus ditetapkan secara seimbang dengan kata lain tidak terjadi kerugian atau keuntungan disalah satu pihak. B. Saran Dari makalah ini kami mengaharapkan para pengusaha atau produsen dapat mempertimbangkan kaidah-kaidah tertentu dalam penetapan harga, sehingga tidak ada lagi yang merasa dicurangi oleh kedua belah pihak. Dan semoga kedepannya kenaikan harga pangsa pasar bisa diminimumkan atau dihitung lebih detail antara keuntungan dan pengeluaran. Selain itu para masyarakat juga dapat memenuhi kebutuhannya tanpa takut dirugikan.



8



DAFTAR PUSTAKA



Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran (edisi ke sebelas). Jilid 2. (Jakarta: Gramedia, 2005) Swasta, Batsu dan Irwan. Manajemen Pemasaran Modern. (Yogyakarta: Liberty, 2005) Cet. 2 Tjiptono, Fandi. Strategi Pemasaran. (Yogyakarta: Andi, 1997) Cet. 2 Noor, Henry faizal. Ekonomi Manajerial. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007) Cet. 1 Thomas J. Pemasaran dan Pasar. (Jakarta: Gema Insani Press, 2001) Cet.1 Hidayah, Siti Muflikhatul. Penentuan Harga Jual Beli Dalam Ekonomi Islam. (Surakarta: 2007). Jurnal Uiversitas Muhammadiyah Surakarta Qardawi, Yusuf. Peran Nilai dan Moral dalam Perekonomian Islam. Bab AlBuyuu’ (Jakarta: Robbani Press, 2004) Hadis ke4. Cet.4 Sudarsono, Heri. Konsep Ekonomi Islam suatu Pengantar (Yogyakarta: Ekonomisia, 2002) Nashiruddin, Syaikh Muhammad. Shahih At-Taghrib Wa At Tarhib. HaditsHadits Shahih Tentang Anjuran dan Janji Pahala, ancaman dan dosa. (Jakarta: Pustaka Sahifa, 2008). Cet.1 Ahmad, Mustaq. Etika Bisnis dalam Islam. (Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2001). Cet.1 Asyari, Kamus Istilah Ekonomi Syariah. (Padang: PT. Al Maarif, 2003) Rokan, Mustafa kamal. Hukum Peraingan Usaha: teori dan Praktiknya di Indonesia. (Jakarta: rajawali pers, 2012). Cet. 2 Muhammad dan Alimin, Etika dan Perlindungan dalam Ekonomi Islam. (Yogyakarta: BPEF Yogyakarta, 2004)



9



Hendra Pertaminawati, Hendra. Analisis Pemikiran Ibnu Khaldun Tentang Mekanisme Pasar dan Penetapan Harga dalam Perekonomian Islam. (Jakarta, 2016). Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam Rifa’at Al Audi. Min Al Turats: Al Iqtishad Li Al Muslimin. (Mekkah: Rabithah ‘Alam Al Islami, 1985). Cet.4 Departemen Agama RI. Al Hikmah; Alqur’an dan Terjemahannya Amalia, Euis. Mekanisme Pasar dan Kebijakan Penetapan Harga Adil. (Jakarta: Al Iqtishad, 2013). Jurnal UIN Syarif Hidayatullah Huda, Nurul. Ekonomi Makro Islam. (Jakarta: Kencana, 2008). Cet. 1



10