Penetapan Jumlah Sel Hidup Dan Sel Mati [PDF]

  • 0 0 0
  • Suka dengan makalah ini dan mengunduhnya? Anda bisa menerbitkan file PDF Anda sendiri secara online secara gratis dalam beberapa menit saja! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM REKAYASA BIOPROSES



DISUSUN OLEH: KELOMPOK : 2 ANGGOTA: INDAH PURNAMA SARI



(NIM: 0614 3040 0296)



MUHAMMAD ABIMAS HALIMZIKRI



(NIM: 0614 3040 0299)



MUHAMMAD FAISAL JULIANSYAH



(NIM: 0614 3040 0301)



NOVAL HARIYANTO



(NIM: 0614 3040 0302)



RESTI HERYANITA



(NIM: 0614 3040 0303)



SILVINA NUGRAHWATI



(NIM: 0614 3040 1239) KELAS: 1KA



DOSEN PEMBIMBING: Ir. Hj. ERWANA DEWI, M.Eng. JURUSAN TEKNIK KIMIA POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA 2014/2015



PENETAPAN JUMLAH SEL HIDUP DAN SEL MATI DALAM RAGI KERING (DRIED YEAST)/PJS-1 I.



TUJUAN PERCOBAAN 1.1. Mahasiswa dapat menggunakan mikroskop. 1.2. Mahasiswa dapat membedakan sel ragi yang hidup dan yang mati. 1.3. Mahasiswa dapat menghitung persentase sel ragi yang hidup dalam suatu suspensi mikroorganisme.



II.



DASAR TEORI Mikroba tersebar secara luas di alam, dalam kehidupannya mereka tidak membatasi diri tinggal di suatu tempat. Sepanjang tempat tersebut memenuhi persyaratan maka mikroba tersebut akan hidup. Namun demikian ada juga mikroba yang mati karena tidak dapat menyesuaikan dengan lingkungan atau adanya bakteri patogen. Zat warna dapat meracuni mikroba, karena itu akan ditolak oleh mikroba itu sendiri, tetapi pada mikroba yang mati zat warna akan masuk ke dalam dinding sel karena dinding sel bersifat tidak permiabel lagi sehingga menjadi tidak selektif. Pemberian zat warna dapat membedakan sel hidup dan sel mati, melalui percobaan sebagai berikut.



III.



ALAT YANG DIGUNAKAN 1. 2. 3. 4. 5. 6.



Mikroskop Kaca objek Kaca tutup Tabung kimia Lumpang porselin Pipet tetes



IV.



GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)



V.



BAHAN YANG DIGUNAKAN 1. Bibit ragi kering 2. Larutan “methylen blue” dalam air (0,1%)



VI.



PROSEDUR PERCOBAAN 1. Sebanyak 1 gram bibit ragi kering dihancurkan dalam lumpang sampai halus, kemudian ditambahkan air dan dibuat dalam suatu tabung kimia suatu suspensi bibit ragi. Konsentrasi harus sedemikian, hingga dalam preparat yang diperiksa dengan mikroskop pada tiaptiap bidang pandangan terlibat antara 50 sampai 100 sel. 2. Menempatkan satu tetes dari suspensi tersebut di atas kaca objek dan dicampurkan dengan larutan methylen blue hingga cairan di atas kaca objek berwarna biru muda. 3. Setelah ditutup dengan kaca tutup, preparat diperiksa dengan menggunakan mikroskop. Sel yang mati berwarna biru sedangkan sel hidup tidak menyerap warna. 4. Jumlah sel yang berwarna dan tidak berwarna dicatat, kemudian ditentukan persentase sel hidup dengan memeriksa lima bidang pandangan.



CARA MEMPERGUNAKAN MIKROSKOP 1. Menempatkan mikroskop pada meja kerja, mengatur tinggi bangku duduk sehingga penglihatan pada okuler mudah. 2. Memutar sekerup penetapan kasar, sehingga tubus mikroskop naik kira-kira 2 cm dan menempatkan preparat di tengah, kemudian dicengkeram dengan jepitan. 3. Menaikkan kondensor dan membuka diafragma seluruhnya dan menempatkan sumber cahaya kira-kra 15 cm di depan mikroskop dan menyalakan lampu serta mengarahkan berkas cahaya di depan cermin mikroskop. 4. Melihat preparat dari samping (jangan melalui okuler) dan menetapkan cermin datar sedemikian sehingga preparat disinari dengan terang. 5. Sambil melihat preparat dari samping, memutar objektif 10x bawah hingga kira-kira sampai ½ cm di atas preparat. 6. Sekarang melihat melalui okuler dan menetapkan cermin dengan tepat. Arahnya harus sedemikian sehingga bidang pandangan disinari seterang-terangnya.



7. Menutup diafragma dari kondensor sedemikian, hingga bidang bayangan diterangi sama rata. 8. Melihat melalui okuler dan memutar tubusnya perlahan-lahan ke atas dengan sekerup penetapan kasar, hingga bayangan terang dari preparat. Jika perlu ditetapkan dengan sekerup penetapan halus. 9. Setelah selesai memakai moikroskop, maka sebelum disimpan di dalam lemari perlu dilakukan: a. Kondensor diputar ke bawah. b. Revolver diputar sedemikian, hingga lensa yang terkecil berada di bawah dan kemudian tubus diputar ke bawah. c. Mikroskop dibersihkan terlebih dahulu dengan lap bersih.



PENETAPAN JUMLAH SEL DENGAN MENGGUNAKAN RUANG HITUNG (COUNTING CHAMBER)/PJS-2 I.



TUJUAN PERCOBAAN Mahasiswa dapat mempelajari cara menentukan konsentrasi sel melalui metode penetapan jumlah sel dengan counting chamber.



II.



DASAR TEORI Suatu ruang hitung (counting chamber) merupakan suatu kaca objek tebal, di atasnya diasahkan suatu dataran yang dalamnya 0,1 mm. Pada dataran ini dibuat garis-garis berbentuk 16 persegi besar, pada setiap persegi besar dibagi lagi menjadi 16 persegi kecil, panjang sisi persegi kecil 0,05 mm. Jika di atas bagian yang diasah ini diletakkan sebuah kaca tutup maka terbentuk suatu ruangan yang tingginya adalah 0,1 mm. Tiap-tiap persegi kecil di bawah kaca tutup tersebut merupakan suatu ruangan dengan isi 0,05 × 0,05 × 0,1 mm 3. Jika di bawah kaca tutup tersebut dimasukkan setetes suspensi ragi, maka dengan mikroskop dapat dihitung jumlah sel dalam tiaptiap persegi tersebut. Sehingga dapat dihitung pula jumlah sel per mL dari suspensi tersebut. Counting chamber memiliki dua saluran yang dalam pada kedua sisi ruang hitungnya yang berfungsi untuk menampung kelebihan cairan. Kaca tutup yang diletakkan di atas ruang hitung harus kering agar ketinggian dari ruang hitung tetap terjaga. Pada counting chamber model baru, di atas suatu kaca objek dibuat dua ruang hitung yang satu sama lain dipisahkan dengan saluran.



III.



ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Counting chamber 2. Counter 3. Tabung reaksi 4. Labu takar 5. Pipet ukur 6. Perangkat mikroskop



IV.



GAMBAR ALAT (TERLAMPIR)



V.



BAHAN YANG DIGUNAKAN 1. Suspensi ragi



VI.



LANGKAH KERJA 1.



Mengencerkan suspensi ragi dalam air sehingga jumlah sel di dalam tiap persegi kecil berkisar 10 buah. Pengenceran harus dilakukan dengan sangat teliti, dengan menggunakan labu takar dan pipet ukur.



2.



Ruang hitung ditutup dengan kaca tutup, dan ditetesi dengan pipet kecil setetes suspensi ragi pada pinggir kaca tutup. Tetesan akan mengalir ke bawah kaca tutup dan mengisi ruang hitung.



3.



menghitung jumlah sel dalam lima persegi besar (80 persegi kecil) dengan menghitung sel-sel yang berada pada persegi kecil. Pekerjaan tersebut (mengencerkan, mengisi ruang hitung dan menghitung jumlah sel) dilakukan tiga kali.



4.



Jumlah sel dalam mL (konsentrasi sel) = 1 5 80× 25 ×10 ¯ × 10¯ ³



5.



× jumlah sel yang terhitung di atas



Kemudian menghitung jumlah rata-rata dari tiga penetapan yang dilakukan.



VII.



DATA PENGAMATAN Penetapan jumlah sel (PJS-1) untuk ragi, perbesaran 40x No



Gambar Pengamatan



Perbandingan



Keterangan



. Pada gambar terdapat 25% sel hidup dan 75% sel mati. Sel hidup Sel hidup : Sel mati



1



1:3



tidak menyerap warna sedangkan sel mati berwarna biru karena menyerap warna dari methylen blue.



Penetapan jumlah sel (PJS-1) untuk Yakult, perbesaran 40x No



Gambar Pengamatan



Perbandingan



Keterangan



. Pada



gambar



terdapat 20% sel hidup dan 80% sel 1



Sel hidup : Sel mati 1:4



mati.



Sel



hidup



tidak



menyerap



warna



sedangkan



sel mati berwarna biru.



Ragi 10-1



10-2



10-3



 Jumlah sel = 80  Jumlah sel dalam tiap mL (konsentrasi sel) 1 = 80× 25 ×10 ¯ 5 × 10¯ ³ × 80 =



1 2 ×10 ¯ 5



× 80 = 40 × 105 sel



 Jumlah sel hidup = 20 Jumlah sel mati = 60 80



+



 Persentase sel hidup



=



Jumlah sel hidup Jumlah keseluruhan



=



20 80



 Persentase sel mati



× 100%



= 25% Jumlah sel mati = Jumlah keseluruhan =



60 80



× 100%



× 100%



× 100%



 Jumlah sel hidup =



= 75% 25 5 5 100 × (40 × 10 sel) = 10 × 10 sel



 Jumlah sel mati



75 100



=



× (40 × 105 sel) = 30 × 105 sel



Yakult 10-1



10-2



10-3



 Jumlah sel = 60  Jumlah sel dalam tiap mL (konsentrasi sel) 1 = 80× 25 ×10 ¯ 5 × 10¯ ³ × 60 =



1 2 ×10 ¯ 5



× 60 = 30 × 105 sel



 Jumlah sel hidup = 12 Jumlah sel mati = 48 60



+



 Persentase sel hidup



=



Jumlah sel hidup Jumlah keseluruhan



=



12 60



 Persentase sel mati



× 100%



= 20% Jumlah sel mati = Jumlah keseluruhan =



48 60



× 100%



× 100%



× 100%



 Jumlah sel hidup =



= 80% 20 5 5 100 × (30 × 10 sel) = 6 × 10 sel



 Jumlah sel mati



80 100



=



× (30 × 105 sel) = 24 × 105 sel



VIII. ANALISA PERCOBAAN Praktikum penetapan jumlah sel hidup dan sel mati menggunakan dua suspensi (sampel), yaitu ragi dan Yakult yang telah diencerkan dengan air steril. Pada penggunaan ragi sebagai sampel, ragi yang dibutuhkan yaitu 1 gram. Ragi dihaluskan dan dilarutkan dengan 10 mL aquadest. Kemudian larutan tersebut diencerkan, dengan mengambil 1 mL larutan dan mengencerkannya dengan 9 mL aquadest, diulangi hingga tiga kali pengenceran. Pada penggunaan Yakult sebagai sampel, dilakukan pengenceran dengan cara mengambil 1 mL Yakult dan mengencerkannya dengan 9 mL air, diulangi hingga tiga kali pengenceran. Setelah itu, dari masing-masing suspensi diambil setetes dengan pipet tetes dan diteteskan pada counting chamber dan ditetesi methylen blue kemudian diamati dengan mikroskop. Untuk mengetahui sel yang hidup dan sel yang mati, dapat diamati dari warna sel. Sel hidup tidak menyerap warna sedangkan sel mati menyerap warna dari methylen blue sehingga warna menjadi biru. Perhitungan jumlah sel dalam ruang hitung bertujuan untuk menghitung persentase dan jumlah sel yang didapat dalam suatu suspensi.



IX.



KESIMPULAN Setelah melakukan praktikum penetapan jumlah sel hidup dan sel mati, didapat kesimpulan yaitu: 1. Pada sampel ragi, jumlah sel hidup lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah sel mati dengan perbandingan 1:3. Persentase sel hidup 25% dan sel mati 75%. Jumlah sel hidup 10 × 10 5 sel dan jumlah sel mati 2.



30 × 105 sel. Pada sampel Yakult, jumlah sel hidup lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah sel mati dengan perbandingan 1:4. Persentase sel hidup 20% dan sel mati 80%. Jumlah sel hidup 6 × 10 5 sel dan jumlah sel



3.



mati 24 × 105 sel. Sel mati akan berwarna biru karenamenyerap warna dari methylen blue sedangkan sel hidup tidak berwarna (tidak menyerap warna dari mrthylen blue).



X.



DAFTAR PUSTAKA Kasi dan Teknisi Laboratorium. 2014. Penuntun Praktikum Rekayasa Bioproses. Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.



CARA MENGHITUNG SEL MIKROORGANISME DENGAN RUANG HITUNG



Karena letak mikroorganisme hidup tidak teratur, maka dalam menghitung dibuat suatu perjanjian supaya sel yang terletak pada garis tidak dihitung dua kali, yaitu sebagai berikut: 1. 2.



Sel-sel pada sisi kanan dan bawah tidak termasuk pada kotak yang sedang dihitung selnya (Contoh: Pada kotak 1 jumlah selnya = 6). Sel-sel pada sisi kiri dan atas termasuk pada kotak yang sedang dihitung (Contoh: Pada kotak 2 = 3 sel dan pada kotak 6 = 5 sel).



GAMBAR MIROSKOP DAN BAGIAN-BAGIANNYA



GAMBAR ALAT



Kaca Objek



Kaca Tutup



Tabung Kimia



Lumpang Porselin



Pipet Tetes



Counting Chamber