TPL Richo [PDF]

  • Author / Uploaded
  • akram
  • 0 0 0
  • Suka dengan makalah ini dan mengunduhnya? Anda bisa menerbitkan file PDF Anda sendiri secara online secara gratis dalam beberapa menit saja! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

MAKALAH PROSES PRODUKSI PROSES PEMBUATAN SENDOK DENGAN BAHAN LOGAM STAINLESS STEEL



Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknik Pengecoran Logam Yang dibimbing oleh Darma Firmansyah Undayat S.S.T., M.T.



Disusun oleh : Muhamad Richo Primadhiya



218331016



JURUSAN TEKNOLOGI PENGECORAN LOGAM POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG 2019



KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan anugerah-Nya sehingga Makalah yang berisi tentang “PROSES PEMBUATAN SENDOK DENGAN BAHAN LOGAM STAINLESS STEEL” ini dapat diselesaikan dengan baik. Saya berharap agar makalah ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pembaca sekalian. Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini, masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu kritk dan saran saya terima dengan senang hati demi perbaikan dalam penyusunan laporan selanjutnya. Demikianlah laporan ini diajukan dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semua Akhir kata, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bila ada kata-kata yang salah dan semoga Makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca sekalian.



Bandung, 23 Mei 2017



Muhamad Richo P



1



DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR .....................................................................................................1 DAFTAR ISI....................................................................................................................2



BAB 1 PENDAHULUAN .............................................................................................3 1.1 Latar Belakang ...........................................................................................................3 1.2 Tujuan Penulis ...........................................................................................................4



BAB 2 PEMBAHASAN ................................................................................................5 2.1 Flowchart “Proses Pembuatan Sendok Dengan Bahan Logam Stainless Steel .........5 2.2 Menentukan Material .................................................................................................6 2.3 Proses Pembuatan ......................................................................................................8 2.4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja...........................................................................10



BAB 3 PENUTUP .......................................................................................................13 3.1 Kesimpulan ..............................................................................................................13 3.2 Saran ........................................................................................................................13



DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................14 Lampiran ........................................................................................................................15



2



BAB I PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang



Pada awal pembuatan sendok, bahan yang dipakai adalah jenis kayu yang di ukir dan dengan bertambahnya teknologi dan peradaban, maka bahan baku sendok yang pada awalnya berbahan baku kayu berganti dengan bahan baku seperti tanduk sapi, gading gading, perunggu, dan akhirnya perak, stainlesssteel dan emas. Pada makalah ini, kami akan melakukan pengamatan sendok yang berbahankan stainless steel. Stainless itu sendiri asalnya merupakan pelat besi yang diberi lapisan anti karat yaitu Crom (Cr) dan Nikel (Ni). Pelapisan itu sendiri dilakukan oleh Mill atau pabrik yang khusus menangani pembuatan Stainless Steel karena proses ini tidak mudah dan membutuhkan peralatan dengan teknologi tinggi. Pelapisan Stainless yang tidak baik cepat terlepas pada saat penggunaannya terutama jika sering digunakan pada suhu yang tinggi ke suhu yang rendah, maupun pada jenis makanan yang bersifat asam.Sebelum digunakan Stainless untuk bahan Sendok Makan, sebelumnya sudah digunakan batu, kayu, besi, aluminium, perak, emas. Mengapa Stainless? Karena dengan bahan ini cukup aman untuk kesehatan dan harganya cukup terjangkau bila dibanding dengan sendok makan perak atau emas. Pada zaman modern ini, sendok banyak digunakan dari bahan stainless steel karena mempunyai sifat yang cocok dan dalam hal ekonomisnya juga dapat di jangkau. Maka dari itu, sendok sangat menarik untuk diamati karena dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui dan kita gunakan.



3



1.2 Tujuan Penulisan Maksud dan tujuan penulisan makalah tentang “Proses Pembuatan Sendok dengan Bahan Logam Stainless Steel” antara lain sebagai berikut :



1. Mengetahui contoh produk yang dapat dihasilkan melalui proses permesinan. 2. Mengetahui, merancang serta menjelaskan produk yang dihasilkan dari proses permesinan. 3. Mengetahui proses Manufaktur pada pembuatan sendok makan. 4. Mengetahui fungsi dan jenis – jenis alat permesinan yang digunakan dalam pemroduksian produk yang bersangkutan.



4



BAB II PEMBAHASAN 2.1 Flowchart “Proses Pembuatan Sendok Dengan Bahan Logam Stainless Steel”



Mulai



Menentukan Material



Alat



Pembuatan Produk



Finishing Process



Quality Control



Selesai



5



2.2 Menentukan Material Dalam menentukan material untuk suatu produk, tentunya kita perlu memeperhatikan hal-hal berikut : 1. Kondisi dan Penggunaan Benda Kerja Sebelum kita menentukan material yang akan digunakan, kita harus mengetahui pengaplikasian dari barang yang akan dibuat. Berikut adalah kondisi kerja dari sendok makan :  Selalu terkena air pada saat digunakan.  Digunakan pada suhu yang berubah-ubah, baik pada suhu tinggi maupun rendah  Digunakan untuk makan, sehingga harus tetap higienis atau mudah dibersihkan apabila ada bekas makanan dan minuman yang menempel



2. Material Yang Cocok Dari melihat kondisi kerja pada sendok makan, maka material yang cocok digunakan harus memiliki kriteria seperti berikut :  Tahan karat  Tahan terhadap perubahan suhu  Higienis 6



3. Material Yang Digunakan Material yang cocok digunakan pada sendok makan adalah baja stainless steel (baja anti karat), ini bertujuan agar saat kita makan tidak akan terkontaminasi oleh adanya logam ke tubuh kita, oleh karena itu tidak ada sendok yang menggunakan material besi. Meskipun seluruh kategori Stainless steel didasarkan pada kandungan Chrom (Cr), namun unsur paduan lainnya ditambahkan untuk memper baiki sifat-sifat stainless steel sesuai aplikasinya. Kategori Stainless steel tidak halnya seperti baja lain yang didasarkan pada persentase karbon tetapi didasarkan pada struktur metalurginya. Pada sendok ini menggunakan austenitic stainless steel dimana austenitic stainless steel mengandung sedikitnya 16% Chrom dan 6% Nickel (grade standar untuk 304), sampai ke grade Super Autenitic SS seperti 904L (dengan kadar Chrom dan Nickel lebih tinggi serta unsur tambahan Mosampai 6%). Molybdenum (Mo),Titanium (Ti) atau Copper (Co) berfungsi untuk meningkatkan ketahanan terhadap temperatur serta korosi. Austenitic cocok juga untuk aplikasi temperatur rendah disebabkan unsur Nickel membuat SS tidak menjadi rapuh pada temperatur rendah. Tabel Stainless Steel Designation SAE Designation



% Cr



%Ni



%C



202



17-19



4-6



0.15



7.510



303



17-19



8-10



0.15



304



18-20



810.5



0.08



%Mn %Si



%P



%S



0.75



0.06



0.03 0.25



2



1



0.2



0.15



2



0.75



0.045 0.03



%N



Other -



-



Mo 0.6



0.1



-



4. Material Stainless Steel Stainless Steel adalah salah satu bahan yang mempunyai beberapa kelebihan salah satunya ialah tahan korosi. Stainless steel bisa bersaing dengan logam biaya yang lebih tinggi teknik dan paduan berdasarkan nikel atau titanium, sementara menawarkan berbagai sifat tahan korosi cocok untuk berbagai macam aplikasi. Stainless steel dapat dimanipulasi dan dibuat menggunakan berbagai teknik rekayasa umum tersedia dan sepenuhnya “didaur ulang” di akhir masa pakainya. 7



Sebagai baja, stainless steel adalah paduan tahan korosi. Harapan hidup mereka biasanya panjang. Minimal diperlukan pemeliharaan yang rutin. - Kelebihan Stainless Steel Stainless steel menawarkan banyak keuntungan dengan pembangunan / makanan dan user logam farmasi. Kelebihan utama meliputi nya,       



Tahan Korosi yang Tinggi Tahan api dan tahan panas memungkinkan untuk mempertahankan kekuatan pada temperatur tinggi. Higienis, tidak berpori, mudah dibersihkan Memberikan penampilan yang modern serta menarik untuk aplikasi logam yang arsitektur. Cerah Ketahanan terhadap dampak bahkan pada variasi suhu ekstrim. Mempunyai nilai jangka panjang



- Kekurangan Stainless Steel Mau berapa banyak pun kelebihan dari stainless steel, tetap saja sebuah produk memiliki kelebihan & kekurangan. Berikut adalah kekurangan dari stainless steel 



  



Kesulitan dalam fabrikasi, ketika mencoba untuk membuat stainless steel tanpa menggunakan mesin teknologi tinggi dan teknik yang tepat, dapat menjadi logam yang sulit untuk ditangani. Hal inilah yang disebut menghasilkan limbah mahal. Kesulitan dalam pengelasan, juga dapat menghasilkan potongan hancur atau biaya pemborosan tinggi. Tinggi biaya awal, saat pertama memulai membuat stainless steel. Tinggi biaya pemolesan akhir dan finishing.



2.3 Proses Pembuatan Setelah mengetahui sifat dan material yang cocok, lalu kita melakukan proses manufacturing. Proses ini dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :



8



1. Blanking -



Produksi dimulai dengan plat persegi panjang stainless steel. Plat persegi stainless steel ini dicap dan dicetak dalam mesin pon atau disebut proses punch, sehingga kontur bagian luar tersebut terpotong sehingga bentuknya sama seperti bagian yang akan diproduksi. o Mesin Pon atau sering juga disebut mesin pond, ataupun mesin press ini berfungsi untuk memotong berbagai macam bahan seperti spon eva, karet, pu, pvc, kulit, flanel, karton, kardus, kertas, plat besi dll. Dengan bantuan pisau pon yang dioperasikan tanpa menggunakan energi listrik atau secara manual, atau juga mesin pon yang menggunakan tenaga listrik sebagainya penggeraknya. (Gambar 1 dan Gambar 2)



2. Rolling Penipisan atau proses mengatur ketebalan pada bagian batang sendok dan daun sendok, pada proses Roll pada daun sendok melalui dua tahap. Proses roll pertama dimaksudkan untuk penipisan plat pada bagian ujung daun sendok. Sedangkan proses roll kedua dilakukan untuk pelebaran daun sendok. 3. Anil Proses anil, bertujuan untuk mendapatkan kembali atau merecoveri sifatsifat fisik yamg berubah saat mengalami proses deformasi dingin, proses ini



9



juga akan menurunkan sifat mekanis seperti kuat tarik dan kekerasan. Namun logam akan bersifat lunak dan ulet, sehingga dapat diproses lebih lanjut. 4. Pembentukan Pola / Pattern Formed -



Dengan menggunakan mesin cetakan lain/pattern formed, sendok tadi dicetak bagian gagangnya sesuai dengan bentuk yang diinginkan / sesuai dengan pola cetakan dalam mold, misal ukiran,nama, atau bentuk lainnya dan setelah itu dilanjutkan pembentukan cekungan sendok menggunakan mesin press. (Gambar 3) o



Molding adalah sebuah proses produksi dengan membentuk bahan mentah menggunakan sebuah rangka kaku atau model yang disebut sebuah mold.



6. Polishing and Grinding Sebelum melakukan proses gerinda terlebih dahulu sendok tersebut dikurangi ketajamannya dengan dipoles. Proses poles ini sendiri melalui beberapamesin, antara lain poles untuk bagian dalam daun sendok, proses poles untuk bagian luar daun sendok, dan proses poles untuk bagian gagang sendok. Setelah itu baru dilakukan proses Abrasi (Gerinda) dengan pengamplasan menggunakan lilin putih (Compound ).Untuk proses pembersihannya, sendok telah halus dicuci. Setelah sendok dikeringkan, produk sendok yang telah jadi dibawa ke bagian inspeksi. Proses inspeksi dilakukan secara manual oleh operator. Proses inspeksi dilakukan oleh operator pada bagian daun dan gagang sendok. (Gambar 4) 7. Quality Control Inspeksi akhir memeriksa potongan untuk chafes, goresan, bintik-bintik kasar antara tines garpu itu, perubahan warna, atau kelemahan lain yang mungkin telah terjadi ketika potongan-potongan yang dicap, dibentuk dan dipoles.



2.4 Keselamatan Kerja Keselamatan di tempat kerja khususnya di bagian mesin dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berhubungan, diantaranya yaitu: faktor manusia, faktor lingkungan kerja, dan faktor alat itu sendiri.



10



1. Faktor manusia/pribadi Faktor manusia disini meliputi, antara lain kemampuan fisik, mental dan psikologi, pengetahuan, keterampilan, dan kelalaian. Pekerja yang sedang mengalami gangguan pada fisik, mental, dan psikologinya tidak dibenarkan melakukan pekerjaan apalagi yang berhubungan dengan mesin karena pekerjaan di bidang mesin memerlukan konsentrasi dan kewaspadaan yang tinggi sehingga dapat melakukan prosedur kerja yang sesuai dengan ketentuan agar tidak terjadi kecelakaan yang mungkin dapat menyebabkan kecacatan pada tenaga kerja. Selain itu, faktor pengetahuan dan keterampilan yang cukup juga diperlukan pekerja sebelum melakukan pekerjaannya khususnya di bidang mesin sehingga pekerja mampu mengoperasikan mesin dengan baik tanpa menyebabkan bahaya pada dirinya sendiri. Selain faktor-faktor diatas, sebelum memasuki tempat kerja (di bagian mesin) juga terhadapat hal-hal yang perlu dilakukan oleh pekerja agar meminimalisir kecelakaan kerja yaitu dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Alat pelindung diri yang diperlukan dalam menjalankan pekerjaan di bagian mesin antara lain: 1. Safety Helmet, berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung. 2. Sepatu Pelindung (Safety Shoes), berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dan sebagainya. 3. Sarung Tangan, berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. (Misal saat memasukan plat ke mesin pon) 4. Penutup Telinga (Ear Plug/ Ear Muff), berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising. 5. Kacamata Pengaman (Safety Glasses), berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja dari bahaya lontaran geram . 6. Masker (Respirator), berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udara yang buruk (misal berdebu, beracun, berasap, dan sebagainya).



11



7. Pelindung Wajah (Face Shield), berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja (misal pekerjaan menggerinda). 8. Alat pelidung tubuh (apron), berfungsi untuk melindungi tubuh bagian depan yaitu dari leher sampai kaki dari berbagai kemungkinan luka, seperti terkena percikan geram dan lainnya. 9. Baju kerja, Baju harus dapat melindungi pekerja dari luka akibat beram, serpihan benda kerja, goresangoresan dan panas. Pakaian harus benar-benar terikat atau pas dengan pemakainya. Dalam bekerja, baju terkancing secara sempurna, sehingga tidak ada bagian-bagian anggota badan yang terbuka atau tidak terlindungi.



2. Faktor lingkungan kerja Lingkungan kerja merupakan tempat dimana seseorang atau keryawan dalam beraktifitas bekerja. Lingkungan kerja yang mendukung keselamatan dalam aktivitas bekerja di bidang mesin antara lain: pencahayaan, Suhu, kebersihan tempat kerja, dan pemasangan tanda-tanda peringatan seperti poster.



3. Faktor Alat Bahaya yang ditimbulkan oleh mesin sangat beragam tergantung dari jenis mesin yang digunakan. Beberapa diantaranya yaitu: a) Tangan masuk ke mesin gerinda b) Tangan terbakar (mesin gerinda) c) Tangan terjepit di mesin pon saat memasukan plat stainless steel d) Terpapar kebisingan e) Tangan terluka, rambut tersangkut pada mesin dan tertarik sehingga kepala terluka (mesin gerinda / polish)



12



BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Berdasarkan penjabaran makalah proses produksi produk diatas, maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu : 1. Untuk menghasilkan produk sendok dan garpu berbahan logam perlu menggunakan mesin mesin yang terdiri dari, mesin pon, mesin molding , mesin gerinda, dan mesin poles / polishing. 2. Penggunaan mesin dalam proses pembuatan produk sendok dan garpu masih terdapat penggunaan mesin konvensional 3. Dapat menambah wawasan mengenai fungsi serta pengeoprasian alat dan mesin tersebut, sehingga dapat menambah wawasan dan pemahaman terhadap teknologi yang sangat erat kaitannya dengan bidang permesinan.



3.2 Saran Berikut ini adalah saran yang didapat melalui “Proses Produksi Sendok Dengan Bahan Logam Stainless Steel” : 1. Pastikan untuk memahami langkah langkah pengerjaan untuk membuat produk bersangkutan dengan mengikuti sesuai panduan flowchart. 2. Pelajari dan penting untuk memahami terlebih dahulu mengenai mesin mesin yang akan digunakan dalam proses kerja diatas 3. Pentingnya Keselamatan, dan Kesehatan Kerja (K3) dalam setiap langkah-langkah proses produksi 4. Gunakan selalu alat-alat keselamatan kerja jika berada dalam lingkungan kerja proses produksi.



13



Daftar Pustaka - Clayton,Sejarah Pictorial - Michael Christie. Dari Inggris dan Amerika Perak Phaidon,.1985.Ettlinger, Steve - Perak Victoria:.Rumah Century Disepuh dan Sterling Holloware dan sendok garpu, 1967.Giblin, James C. - Dari Tangan ke Mulut:. Atau, Bagaimana Kami DiciptakanPisau, Garpu, Sendok & Sumpit & the Manners Tabel untuk pergi dengan Mereka - Menajamkan Pisau dan Pembuatan Schiffer Penerbitan Ltd, 1987.Eva sideman - Hitamandbiru.blogspot.co.id/keselamatankerjak3 - https;//www.scribd.com/prosespembuatansendok - https:/id.m.wikipedia.org/wiki/Molding



14



Lampiran Gambar 1 ( Proses pencetakan pola dalam mesin pon)



Gambar 2 ( Hasil proses pencetakan pola dalam mesin pon)



Gambar 3 ( Proses kerja mesin molding, pemberian pola sendok)



Gambar 4 ( Proses grinding & polishing garpu pada finishing process)



15