Tugas Metodologi Penelitian Kuantitatif [PDF]

  • 0 0 0
  • Suka dengan makalah ini dan mengunduhnya? Anda bisa menerbitkan file PDF Anda sendiri secara online secara gratis dalam beberapa menit saja! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Rancangan atau desain penelitian dalam arti sempit dimaknai sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis penelitian. Dalam arti luas rancangan penelitian meliputi proses perencanaan dan pelaksanaan penlitian. Dalam rancangan perencaan dimulai dengan megadakan observasi dan evaluasi terhadap penelitian yang sudah dikerjakan dan diketahui, sampai pada penetapan kerangka konsep dan hipotesis penelitian yang perlu pembuktian lebih lanjut. Rancangan pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran variabel, prosedur dan teknik sampling, instrument, pengumpulan data, analisis data yang terkumpul, dan pelaporan hasil penelitian. Secara umum desain atau metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Untuk mendapatkan data yang langsung valid dalam penelitian sering sulit dilakukan, oleh karena itu data yang telah terkumpul sebelum diketahui validitasnya, dapat di uji melalui pengujian reliabilitas dan obyeksitas. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka-angka. Angka-angka tersebut digunakan sebagai representasi dari informasi yang didapatkan dalam penelitian. Data yang didapatkan selama penelitian disajikan dalam bentuk angka, statistik dan sebagainya yang kemudian dianalisa dan disimpulkan. Jadi penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bersifat deduktif, yakni dari khusus ke umum atau bersifat menggenaralisasi data-data yang didapatkan di lapangan kepada sebuah kesimpulan umum. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.



B. Rumusan Masalah Dari uraian latar belakang masalah di atas dapat diuraikan rumusan masalah, diantaranya: 1. Apa Pengertian Penelitian Kuantitatif? 2. Apa Saja Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif? 3. Bagaimana Langkah-langkah Pokok pada Penelitian Kuantitatif? 4. Penggunaan Metode Penelitian Kuantitatif? 5.  Bagaimana Proses Penelitian Kuantitatif? 6. Apa Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Penelitian Kuantitatif? C. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini: 1. Memahami Pengertian Penelitian Kuantitatif. 2. Mengetahui Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif. 3.  Memahami Langkah-langkah Pokok pada Penelitian Kuantitatif. 4. Mengetahui Penggunaan Metode Penelitian Kuantitatif. 5. Mengetahui Proses Penelitian Kuantitatif. 6. Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Penelitian Kuantitatif.



BAB 11 PEMBAHASAN A. Pengertian Penelitian Kuantitatif Penelitian



kuantitatif



merupakan



salah



satu



jenis



penelitian



yang



spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table, grafik, atau tampilan lainnya. Namun bukan berarti penelitian kuantitatif bersih dari data yang berupa informasi kualitatif. Penelitian kuantitatif ini menekankan pada hasil survey sedangkan penelitian kualitatif yang menekankan pada studi kasus. Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.[1] Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.[2] B. Ciri-ciri Penelitian Kuantitatif Terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat dilihat dari desain penelitian kuantitatif, seperti : 1. Cara samplingnya berlandaskan pada asas random. 2.  Instrumen sudah dipersiapkan sebelumnya dan di lapangan tinggal pakai. 3.  Jenis data yang diperoleh dengan instrumen-instrumen sebagian besar berupa angka atau yang diangkakan.



4.  Teknik pengumpulan datanya memungkinkan diperoleh data dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang relatif singkat. 5.  Teknik analisis yang dominan adalah teknik statistik. 6.  Sifat dasar analisis penelitian deduktif dan sifat penyimpulan mengarah ke generalisasi. C. Langkah-langkah Pada Penelitian Kuantitatif Pada prinsipnya penelitian kuantitatif adalah untuk menjawab masalah. Masalah adalah penyimpangan dari apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi sesungguhnya. Dari hal tersebut maka kita dapat melakukan beberapa langkah penelitian untuk menjawab masalah tersebut, antara lain : 1. Tahap Konseptual Merumuskan



dan



membatasi



masalah,



meninjau



kepustakaan



yang



relevan, mendefinisikan kerangka teoritis, merumuskan hipotesis. Tahap ini termasuk merenungkan, berpikir,  membaca, membuat konsep, revisi konsep, teoritisasi,  bertukar pendapat, konsul dengan pembimbing, dan penelusuran pustaka. Mengeksploitasi, perumusan, dan penentuan masalah yang akan diteliti. Penelitian kuantitatif dimulai dengan kegiatan menjajaki permasalahan yang akan menjadi pusat perhatian peneliti dan kemudian peneliti mendefinisikan serta menformulasikan masalah penelitian tersebut dengan jelas sehingga mudah di mengerti. 2. Fase Perancangan Dan Perencanaan Memilih rancangan penelitian, mengidentifikasi populasi yang diteliti, mengkhususkan metode untuk mengukur variabel penelitian, merancang rencana sampling, mengakhiri dan meninjau rencana penelitian, melaksanakan pilot penelitian dan membuat revisi. 3. Fase Empirik Pengumpulan data, penyiapan data untuk analisis atau mengumpulkan data penelitian dari lapangan. 4. Fase Analitik Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian. Data yang dikumpulkan dari lapangan diolah dan dianalisis untuk menemukan kesimpulan-kesimpulan, yang diantaranya kesimpulan dari hasil pengujian hipotesis penelitian. 5. Fase Diseminasi



Pada tahap akhir, agar hasil penelitian dapat dibaca, dimengerti dan diketahui oleh masyarakat luas, maka hasil penelitian tersebut disusun dalam bentuk laporan hasil penelitian. D. Penggunaan Metode Kuantitatif Metode kuantitatif dapat digunakan apabila : 1. Bila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. 2. Bila peneliti ingin mendapatkan informasi yang luas dari suatu populasi. 3. Bila ingin diketahui pengaruh perlakuan/treatment tertentu terhadap yang lain. 4. Bila peneliti bermaksud menguji hipotesis penelitian. 5. Bila peneliti ingin mendapatkan data yang akurat, berdasarkan fenomena yang empiris dan dapat diukur. 6. Bila ingin menguji terhadap adanya keragu-raguan tentang validitas pengetahuan, teori dan produk tertentu. E. Proses Penelitian Kuantitatif Proses penelitian yang dimaksud adalah kerangka kerja peneliti dalam melakukan penelitian kuantitatif. Minimal ada enam langkah yang harus dilakukan oleh peneliti yang meliputi: 1. Mengeksplorasi, merumuskan dan penentuan masalah yang akan diteliti seperti: a. Topik b. Masalah Adapun pertimbangan dalam memilih masalah minimal ada dua hal: 1) Pertimbangan objektif Maksud dari pertimbangan objektif disini adalah pertimbangan berdasarkan masalah itu sendiri, layak tidak layak masalah itu diangkat. Penentuan kelayakan masalah itu minimal didasarkan pada pertimbangan kualitas masalah itu dan dapatnya masalah itu dikonseptualisasikan. 2) Pertimbangan subjektif Pertimbangan subjektif adalah pertimbangan seputar kredibilitas peneliti terhadap apa yang akan ditelitinya. Sehingga hal-hal yang



dipertimbangkan disini mencakup minat, dana, kemampuan, waktu dan lain-lain yang dimiliki peneliti terhadap masalah yang akan ditelitinya. Sumber Masalah Stoner mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila: 1) Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan 2) Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan 3) Ada pengaduan 4) Ada kompetisi[3]



c. Judul Adapun ciri-ciri judul penelitian kuantitatif biasanya kata yang digunakan diawal judul adalah: 1) Hubungan 2) Kontribusi 3) Pengaruh 4) Perbedaan 5) Persepsi 2. Mendesain model penelitian dan parameter penelitian Untuk melangkah menuju desain penelitian kuantitatif seorang peneliti hendaknya menentukan konsep penelitiannya. Sedangkan konsep penelitian dapat diperoleh dengan generalisasi dan abstraksi. Generalisasi adalah proses bagaimana memperoleh prinsip dari berbagai pengalaman yang berasal dari literature dan empiris.  Sedangkan abstraksi mencakup ciri-ciri umum yang khas dari fenomena yang dibicarakan itu. Hal penting lainnya yang harus diperhatikan oleh peneliti dalam membuat konsep penelitian adalah desain variabel dan interaksi antar variabel. Dan perlu diingat bahwa konseptualisasi dalam penelitian kuantitatif akan terbentuk jika peneliti membaca teori yang akan digunakan dalam penelitiannya. Apabila teori dan konsep telah terbentuk peneliti bisa menentukan metode penelitian yang akan digunakan.



Variabel Kuantitatif Secara konsep variabel dibedakan menjadi empat jenis, yaitu: a. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang menjadi perhatian utama dan menjadi sasaran dalam penelitian. b. Variabel Bebas Variabel bebas adalah variabel yang dapat mempengaruhi perubahan variabel terikat dan mempunyai hubungan positif dan negatif.  c. Variabel Moderator Variabel moderator adalah variabel yang memiliki pengaruh ketergantungan yang kuat dalam hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas. Kehadiran variabel moderator ini akan mengubah hubungan awal antara variabel bebas dengan variabel terikat. d. Variabel Antara Variabel antara adalah variabel yang bisa muncul saat variabel bebas mulai mempengaruhi variabel terikat. Hubungan antar variabel dibedakan menjadi 3 yaitu: 1. Hubungan simetris. 2. Hubungan asimetris. 3. Timbal balik. Paradigma Penelitian kuantitatif Paradigma penelitian diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti. Bentuk paradigma atau model penelitian kuantitatif: a. Paradigma sederhana : terdiri atas satu variabel bebas dan satu variabel terikat. b. Paradigma sederhana beruntun : terdapat lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih sederhan c. Paradigma ganda dengan dua variabel bebas : terdapat dua variabel bebas dan satu variabel terikat



d. Paradigma ganda dengan tiga variabel bebas : terdapat tiga varibel bebas dan satu variabel terikat e. Paradigma ganda dengan dua variabel terikat : terdapat dua variabel terikat dan satu variabel bebas f. Paradigma ganda dengan dua varibel bebas dan dua varibel terikat[4] Hipotesis Penelitian Kuantitatif Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap suatu masalah. Jawaban tersebut masih perlu diuji kebenarannya. Adapun cara merumuskan hipotesis minmal memenuhi 3 kriteria yaitu: a. Hipotesis harus mendukung judul, masalah, dan tujuan penelitian b. Hipotesis harus dapat diuji berdasarkan data empiris c. Hipotesis harus bersifat spesifik d. Adapun jenis hipotesis dalam dunia statistic dikenal ada 2 macam, yaitu hipotesis nol (Ho) dan hipotesis alternative. Populasi dan Sampel Populasi adalah seluruh elemen penelitian, bisa berupa orang, produk, lembaga, dan lain-lainnya. Sedangkan sampel adalah suatu himpunan bagian dari populasi yang anggotanya disebut sebagai subjek, sedangkan anggota populasi disebut elemen. Banyak teori guna mengukur jumlah sampel yang diperlukan. Missal teori Slovin, gay dan lain-lain. 3. Mendesain instrument pengumpulan data penelitian Instrument penelitian dalam kegiatan penelitian ibarat sebuah jala atau jaring yang digunakan untuk menangkap data sebanyak dan sevalid mungkin. Karena peran inilah yang menjadikan instrument penelitian memiliki posisi amat penting dalam penelitian. Instrument penelitian dibedakan menjadi: a. Wawancara (interview) Wawancara adalah percakapan yang dilakukan oleh peneliti dengan responden. Ada beberapa model wawancara yang bisa dilakukan oleh peneliti. Pertama, wawancara terstruktur. Kedua wawancara tidak terstruktur. b. Angket (quisioner)



Angket atau quisioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang telah dirumuskan sebelumnya untuk dijawab oleh responden. Jenis quisioner bisa dibedakan menjadi dua. Pertama, Quisioner yang diberikan secara pribadi.. Kedua, Quisioner surat. c. Pengamatan (observation) Pengamatan atau observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian, dan data penelitian tersebut dapat diamati oleh peneliti. Ada dua bentuk observasi, yaitu: 1)      Observasi Berstruktur 2)      Observasi Tidak Berstruktur d. Dokumentasi Dokumentasi adalah data sekunder yang tersimpan dalam bentuk dokumen atau file. Dokumen  ini bisa berupa buku, laporan, notulen, disc, majalah, surat kabar, foto, dan lain sebagainya. e.       Test         Tes sebagai pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan dan latihan yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Ada beberapa macam tes instrumen pengumpulan data, diantaranya: tes kepribadian, tes bakat, tes prestasi, tes sikap, tes intelegensi. Data-data yang diperoleh dari instrument inilah yang kemudian akan dianalisis untuk menguji kesimpulan awal (hipotesa) yang telah ditentukan peneliti. Dari penjabaran ini nampak bahwa instrument penelitian memiliki peran yang penting dalam proses pengumpulan data. Instrumen yang baik harus memenuhi dua persyaratan penting yaitu valid dan reliabilitas. a. Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau keshahihan suatu instrument. Untuk memperoleh instrument yang valid peneliti harus bertindak hati-hati sejak awal penyusunannya b.   Reliabilitas



Uji reliabilitas instrument menunjukkan hasil pengukuran suatu instrument bebas dari kesalahan pengukuran. 4.        Melakukan pengumpulan data penelitian Proses pengumpulan data penelitian kuantitatif harus terprogram dan terencana. Hal-hal yang harus disiapkan oleh peneliti dalam tahap pengumpulan data adalah sebagai berikut: a. Membuat schedule penelitian Schedule penelitian berisi hal-hal yang harus dikerjakan, kapan waktunya dan deadline selesai dan lain-lain. b.     Persiapan admisintrasi Persiapan administrasi yang dimaksud seperti meliputi persiapan suratmenyurat, pengurusan ijin penelitian, persiapan pertemuan-pertemuan, persiapan alat-alat penelitian, dan lain-lain. c.    Organisasi tim peneliti Organisasi ini untuk penelitian kolektif, untuk penelitian individual tidak memerlukan pengorganisasian seperti ini. d. Penyusunan anggaran penelitian Bagi penelitian individual penyusunan anggaran tidak mutlak diperlukan karena semua pengeluaran langsung dikoordinasi sendiri dengan biaya sendiri. Tapi bagi penelitian kolektif yang membutuhkan donor dari pihak lain maka perlu membuat rencana anggaran dana. e. Uji coba dan revisi instrument penelitian Adapun instrument penelitian yang membutuhkan uji coba adalah jenis angket. Sedangkan jenis wawancara, observasi, interview, dokumentasi dan lainnya tidak harus diuji cobakan. Karena instrument ini selalu bersama peneliti.  f. Field workers dan tenaga asisten Tenaga bantu ini diperlukan biasanya dalam penelitian kuantitatif yang dilakukan pada populasi yang sangat luas. Sehingga peneliti membutuhkan bantuan orang lain.



g. Mengambil data dilapangan Apabila seluruh persiapan penelitian diatas sudah selesai maka pengumpulan data bisa dimulai. Beberapa ahli mengatakan bahwa jika suatu penelitian sudah sampai pada pengumpulan data maka penelitian tersebut 80% sudah selesai. 5. Mengolah dan menganalisis data hasil penelitian



a.       Mengolah Data Pada analisis data kuantitatif, maka pengolahan data merupakan kegiatan pendahuluan yang meliputi tiga tahap, yaitu: 1)   Tahap editing (Pemeriksaan Data) 2)   Tahap coding (pembuatan kode) 3)   Tahap penyederhanaan data 4)   Tahap mengode data b.      Rencana Analisis Setelah pengolahan data selesai maka langkah selanjutnya adalah menyusun rencana analisis. Adapun tahapan menyusun rencana analisis meliputi: 1)      Menentukan variabel yang hendak di analisis. Pada umumnya variabel ini sudah nampak pada hipotesis penelitian. 2)      Rekontruksi variabel-variabel yang hendak dianalisis. Hal ini perlu karena terkadang data yang diperoleh tidak selalu sama dengan apa yang direncanakan. Langkah yang dilakukan adalah dengan meneliti data-data yang diperoleh kemudian melakukan penjabaran variabel bila terdapat data yang keluar dari prediksi. Penjabaran ini bisa dipandu dengan pengkodean yang disusun sebelumnya. 3)      Pengelompokan kategori/variabel kedalam kategori/variabel yang baru. Hal ini bertujuan untuk menyederhanakan kategori jawaban yang bervariasi. Dalampengelompokan kategori ini memperhatikan urutan kode, pemberian skor, dan pembentukan indeks dan skala. 4)      Table yang dibutuhkan.



Kebanyakan peneliti menyajikan data yang dikumpulkan kedalam bentuk table. 5)      Statistik Yang Diperlukan Adapun



statistik



yang



digunakan



disesuaikan



dengan



tujuan



penelitiannya. Jika  penelitian deskriptif maka statistik yang digunakan statistic deskriptif yang meliputi distribusi frekuensi (untuk mengethaui penyebaran), mean modus median (untuk ukuran pemusatan data), standar deviasi (untuk mengetahui ukuran penyimpangan). Apabila penelitian bertujuan menguji hipotesis maka digunakan statistic inferensial. Peneliti harus mengecek apakah hipotesisnya terkategori hipotesis komparasi (perbedaan, perbandingan) atau hipotesis korelasi (hubungan). Karena statistic untuk kedua hipotesis tersebut berbeda. c.       Analisis dan Intepretasi Setelah analisis data selesai dan informasi telah diperoleh maka langkah selanjutnya adalah interpretasi hasil-hasilnya guna mencari makna dan implikasi yang lebih luas dari hasil penelitian tersebut. Interpretasi bisa sempit dalam artian peneliti hanya melakukan interpretasi atas data dan hubungan yang ada dalam penelitiannya. Bisa juga luas dalam arti peneliti membandingkan hasil analisisnya dengan kesimpulan peneliti lain. Interpretasi pada dasarnya adalah, suatu penafsiran atas hasil dari suatu perhitungan atau analisis data agar data berupa angka-angka itu dapat dilihat maknanya secara verba. Adapun dalam penelitian kuantitatif menggunakan hipotesis maka interpretasikan yang diberikan sesuai dengan hasil uji hipotesisnya. Apabila Ho ditolak maka Ha diterima ataupun sebaliknya. Kemudian hasil itu diterjemahkan kedalam bahasa kualitatif. 6.        Mendesain laporan hasil penelitian Laporan penelitian adalah tahap akhir dari penelitian kuantitatif. Laporan penelitian amat penting karena ‘benda” ini menjadi peninggalan tertulis dari suatu penelitian yang telah dilaksanakan. Ciri laporan yang baik diantaranya adalah lengkap, ringkas dan jelas, susunan pargaraf runtut, bahasa tepat dan lain-lain.



F.       Kelebihan dan Kekurangan Penelitian Kuantitatif Kelebihan Metode Kuantitatif: 1.    Dapat digunakan untuk menduga atau meramal 2.    Hasil analisis dapat diperoleh dengan akurat bila digunakan sesuai aturan. 3.    Dapat digunakan untuk mengukur interaksi hubungan antara dua atau lebil variabel 4.    Dapat menyederhanakan realitas permasalahan yang kompleks dan rumit dalam sebuah model. Kekurangan Metode Kuantitatif: 1.    Berdasarkan pada anggapan-anggapan (asumsi) 2.    Asumsi tidak sesuai dengan realitas yang terjadi atau menyimpang jauh maka kemampuannya tidak dapat dijamin bahkan menyesatkan. 3.    Data harus berdistribusi normal dan hanya dapat digunakan untuk menganalisis data yang populasi atau sampelnya sama. 4.    Tidak dapat dipergunakan untuk menganalisis dengan cuplikan (sampel) yang jumlahnya sedikit.



BAB III PENUTUPAN



A.      Kesimpulan Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang ilmiah yang sistematis terhadap bagianbagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Penelitian kuantitatif menyajikan proposal yang bersifat lengkap, rinci, prosedur yang spesifik, literatur yang lengkap dan hipotesis yang dirumuskan dengan jelas. Sebuah penelitian tentunya harus dirancang dan direncanakan terlebih dahulu. Dalam penelitian kuantitatif, pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran variabel, prosedur dan teknik sampling, instrument, pengumpulan data, analisis data yang terkumpul, dan pelaporan hasil penelitian. Selain halhal tersebut, peneliti juga harus memikirkan teknik, instrumen, dan kelengkapan penelitian lainnya yang diperlukan dalam penelitian kuantitatif. Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.



B.  Saran Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Kami tetap berharap makalah ini tetap memeberikan manfaat bagi pembaca. Namun, saran dan kritik yang sifatnya membangun dengan tangan terbuka kami terima demi kesempurnaan di masa akan datang.