30 Contoh Anekdot [PDF]

  • 0 0 0
  • Suka dengan makalah ini dan mengunduhnya? Anda bisa menerbitkan file PDF Anda sendiri secara online secara gratis dalam beberapa menit saja! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

ANEKDOT



Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia



Nama: MUHAMMAD RIFA’I



SMA NEGERI 1 CANDI LARAS UTARA TAHUN PELAJARAN 2019 /2020



KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas berkat dan rahmatNyalah, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini baik dan tepat pada waktunya yang berjudul “Anekdot”. Dalam penulisan tugas ini, penulis banyak mendapat banyak mendapat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Baik berupa bantuan material maupun dorongan moril yang sangat bermanfaat bagi penulis. Untuk itu, penulis berkewajiban untuk menyampaikan banyak ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah membantu penulis. Selain itu, penulis menyadari bahwa tugas ini masih memiliki banyak kekurangan dan sangat jauh dari kata “sempurna”. Karena itu, penulis mengharapkan kritikan dan saran-saran yang sifatnya membangun demi untuk penyempurnaan tugas ini. Namun, kami tetap berharap tugas ini dapat bermanfaat bagi semua kalangan khususnya bagi para pelajar. Kami ucapkan terimakasih kepada pihak www.google.com , www.wikipedia.com dan pihak lainnya yang telah memberikan informasi tentang penyusunan tugas makalah ini. Semoga Allah SWT, memberikan pahala kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam rangka penulisan tugas ini dan semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukannya. Amin. Demikian yang dapat penulis sampaikan,Wassallammualaikum wr.wb.



Penulis



30+ Contoh Teks Anekdot Singkat, Lucu, Menyindir dalam Berbagai Hal Contoh Teks Anekdot – Ada banyak sekali jenis teks yang dapat kita pelajari. Setiap jenis teks tentu mempunyai struktur dan karakteristik yang berbeda-beda. Salah satunya adalah jenis teks anekdot yang bisa digunakan sebagai bahan hiburan dan juga sindiran. Mungkin jenis teks yang seperti ini sebenarnya sudah sering kita dengar sehari-hari. Namun, tidak banyak orang yang tahu namanya. Agar Anda mudah memahaminya, maka di bawah ini akan disajikan berbagai macam contoh teks anekdot. Teks anekdot terdiri dari berbagai macam tema mulai dari humor, politik, kesehatan, lingkungan, sosial, pendidikan, dll. Namun, meski mempunyai tema yang berbeda-beda secara umum sebuah teks anekdot memiliki struktur yang sama, yaitu abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Berikut ini adalah penjelasan struktur teks anekdot melalui contoh. Daftar Isi Artikel [Tampilkan] Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya 1 Contoh Teks Anekdot Mencuri Sandal Abstraksi Pada suatu pagi, Aan pergi sarapan nasi uduk ke warung makan pinggir jalan milik Bu Rahmi. Setelah menyelesaikan rutinitasnya tersebut, Aan bergegas pulang. Orientasi Pada waktu perjalanan pulang, Aan nyaris tertabrak sepeda motor oleh pengendara yang ugal-ugalan. Dikarenakan berusaha menghindar untuk tidak terserempet, maka sandal Aan pun putus. Lalu, Aan pulang ke rumah tanpa memakai sandal. Tapi, lama kelamaan kaki Aan sakit. Ia pun memutuskan untuk pergi ke warung dan membeli sandal. Namun, sialnya uangnya tak cukup. Krisis



Dikarenakan uangnya tak cukup, Aan pun berniat untuk mengambil sandal di masjid yang banyak berserakan. Ia berencana untuk mengambil satu sandal terbaik dari masjid tersebut. Sambil duduk di teras masjid, ia memperhatikan para sandal jamaah yang berdatangan. Ketika para jamaah sibuk beribadah maka segera ia ambil sandalnya. Aksinya berjalan lancar dan ia mendapatkan sandal berwarna merah. Di antara sandal jamaah lainnya, inilah yang terbaik. Tanpa disadari apa yang dilakukan oleh Aan diketahui oleh sang pemilik sandal. Pemilik sandal pun langsung berteriak seketika Aan berlari. Namun, naas bagi Aan yang memiliki perut buncit hingga sulit berlari. Ia tertangkap dan dbawa ke kantor polisi. Setelah dilakukan penyelidikan, Aan terbukti telah melakukan kesalahan karena melanggar pasal pencurian dan kasusnya akan disidangkan seminggu lagi. Apes sekali nasib Aan karena hal sepele membuatnya harus berurusan dengan hukum. Reaksi Hari persidangan pun tiba, Aan duduk di kursi terdakwa dengan wajah tertunduk. Hakim: “Baiklah putusan pengadilan memutuskan bahwa Aan umur 23 tahun telah terbukti mencuri sandal seharga Rp 30.000. Berdasarkan kesalahan yang diperbuat, maka Anda akan dijatuhi hukuman selama 5 tahun penjara. Aan: “Ini tidak adil Pak Hakim. Mengapa hukuman saya lebih berat dibandingkan dengan koruptor?” Koda Sang Hakim pun bersedia untuk memberikan penjelasan. Sandal yang Anda curi itu senilai Rp 30.000. Itu artinya Anda merugikan satu orang senilai Rp 30.000. Sementara itu, mengapa koruptor yang mencuri uang rakyat sejumlah 2 miliar milik 200 juta rakyat hukumannya lebih ringan? Ya, jelas saja lebih ringan karena setiap orang hanya dirugikan Rp 10. Jadi, kerugian yang Anda lakukan itu jauh lebih besar dibandingkan tindakan para koruptor.



Contoh Teks Anekdot Beserta Strukturnya 2 Contoh Teks Anekdot Abstraksi Pada suatu malam yang hening terdapat percakapan antara ibu dan anak laki-lakinya yang sudah beranjak dewasa. Orientasi Mereka berdua sedang membicarakan tentang jodoh si anak yang tak kunjung datang. Event Mereka berbicara panjang lebar mengenai kriteria calon yang diinginkan oleh anaknya. “Nak, mengapa di usiamu yang sudah berumur seperti sekarang ini kamu belum mencari jodoh?” “Jujur ibu sudah tua nak sudah ingin menimang cucu.” “Apakah sudah ada calon atau belum?” “Jika belum kira-kira seperti apa kriteria calonmu?” pertanyaan si ibu memberondong anaknya. Krisis Si anak laki-laki kemudian menjawab, “saya trauma Bu dengan yang namanya wanita, dari dahulu saya dekat dengan beberapa wanita cantik tetapi mereka hanya mengincar harta dan fisik saya. Jujur saya tidak tahan Bu dengan wanita seperti itu. Mohon maaf jika sampai saat ini saya belum bisa membuat Ibu bahagia,” jawab sang anak sejujurnya. “Tapi Bu, berikanlah waktu satu bulan untuk saya mencari jodoh. Namun, ibu juga harus menerima jodoh saya dengan penuh suka cita tanpa memandang materi dan fisik yang dimilikinya,” pinta sang anak kepada ibunya. Reaksi “Baiklah Ibu menerima segala persyaratanmu. Ibu sangat senang sekali jika kamu cepat tanggap. Jujur Ibu sudah tidak sabar untuk menimang cucu agar rumah ini terlihat ramai,” ujar sang Ibu menggebu-gebu. Koda Setelah sebulan dalam masa pencariannya, akhirnya sang anak menemukan



jodohnya.



“Bu,



ini



jodoh



saya



namanya



Sari,”



sambil



memperkenalkan kepada Ibunya. Sang ibu sontak kaget karena Sari hampir seusia dengannya. “Lalu, siapa tiga anak ini Nak?” tanya sang ibu kepada anaknya. “Oh ini anak Sari Bu. Sari ini janda dengan 3 anak Bu. Jadi, sebentar lagi rumah kita akan ramai seperti harapan ibu,” ucap sang anak girang. Re-orientasi Mendengar jawaban sang anak dan melihat kenyataan di depannya sang ibu pun mendadak pingsan. Contoh Teks Anekdot Singkat 1 Contoh Teks Anekdot Terkena Setrika Pada suatu pagi yang cerah, datanglah seorang lelaki dengan langkah bergegas sambil memegangi kedua telinganya karena luka bakar. Dokter: “lho telinga Anda kenapa lagi pak?” Pasien: “Begini dok ceritanya, waktu itu saya sedang menyetrika pakaian tiba-tiba telepon mendadak berbunyi dan berdering. Kemudian, dikarenakan reflek akhirnya saya melekatkan setrika pada telinga kiri saya dok.” Dokter: “Oh begitu toh ceritanya, saya tentu tahu apa yang bapak rasakan. Lalu, untuk telinga yang sebelah kanan itu kenapa pak?” Pasien: “Nah, inilah masalahnya dok, si bego itu kembali menelepon saya.” Contoh Teks Anekdot Singkat 2 Contoh Teks Anekdot Bersedekah Alkisah, terdapat seorang pengemis tua yang sedang meminta-minta kepada anak muda. “Nak, minta sedekahnya Nak,” pinta si pengemis tersebut. Si anak muda lantas mengambil uang sepuluh ribuan di sakunya. Diberikannya uang tersebut kepada sang pengemis tua sambil berkata, “Kembali lima ribu ya Pak!” pinta pemuda tersebut. Bapak pengemis tua tersebut kemudian menyodorkan mangkuk yang berisi uang kembalian, “Ini Nak kembaliannya silakan diambil.”



“Tunggu Pak, kembaliannya kok tujuh ribu, ini kelebihan Pak.” ucap pemuda tersebut keheranan. “Oh, tidak apa-apa Nak. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.” Contoh Teks Anekdot Singkat 3 Contoh Teks Anekdot Bebas Hukuman Pada suatu pagi yang cerah, di sebuah ruangan kelas sedang berlangsung proses pembelajaran. Dikarenakan kondisinya begitu santai, maka sang guru pun terlibat percakapan dengan salah satu muridnya. Murid: “Bu, ibu guru tanya bu!” Ibu Guru: “Ya silakan, apa yang ingin kamu tanyakan Pul?” Murid: “Bu guru, sebenarnya boleh tidak seseorang dihukum karena perbuatan yang belum dilakukannya?” Ibu Guru: “Ya jelas tidak boleh dong. Seseorang itu baru boleh dihukum apabila dia terbukti bersalah Pul.” Murid: “Alhamdulillah Bu, jadi saya bebas hukuman ya Bu? Soalnya saya belum mengerjakan PR. Ibu Guru: “Ooohhh…. dasar bocah gendheng.” Contoh Teks Anekdot Singkat 4 Contoh Teks Anekdot Alkisah, hiduplah sepasang suami istri yang sedang memanen buah tomat di kebun dekat rumahnya. Tomat yang dipanen berwarna merah dan ukurannya besar-besar sehingga mereka ingin memakannya. Setelah mendapat beberapa keranjang, sang suami memakan satu buah tomat. Kemudian sang istri menegurnya, “Pah, kenapa tomatnya dimakan? Ini kan belum dicuci jadi masih mengandung pestisida.” “Tahu nggak mah? Tomat ini seperti papah dan mamah lhoo,” rayu sang suami. “Maksudnya?” sang istri terheran. “I Love You Too Much,” jawab suaminya dengan nada mesra. Mendengar perkataan suaminya, sang istri pun langsung tersentuh hatinya dan tertawa.



Contoh Teks Anekdot Lucu 1 Contoh Teks Anekdot Burung Beo Nakal Annisa, Rara dan Cindy memiliki rumah yang berdekatan sehingga mereka selalu pergi bersama menuju kantor. Setiap kali akan pergi menuju kantor mereka harus menunggu angkot di pinggir jalan raya yang letaknya di ujung gang. Ketika akan menuju ujung gang mereka selalu melewati rumah berwarna hijau yeng memiliki hewan peliharaan berupa burung beo. Setiap kali ketiga wanita itu melewati rumah tersebut, si burung beo pasti mengucapkan tiga warna. Rara mulai berprasangka buruk, dirinya merasa bahwa burung beo tersebut telah mengetahui warna celana dalam mereka bertiga. Dalam rangka membuktikan benar tidaknya prediksi Rara, keesokan harinya mereka bertiga sepakat memakai celana dalam yang sama. Keesokan harinya mereka melewati rumah tersebut dan si beo pun berkata, “Hitam, hitam, hitam.” Ketiga wanita tersebut pun terheran-heran dengan si beo. Pada hari berikutnya si beo kembali menebak warna celana dalam ketiga wanita tersebut dengan berkata, “Pink, pink, pink.” Ketiga wanita tersebut kembali dibuat terheran-heran. Cindy akhirnya mempunyai ide yang agak konyol. “Bagaimana kalau besok kita bertiga tidak usah memakai celana dalam? Biar kita dengan apa ocehan si beo usil tersebut!” Pada keesokan harinya ketiga wanita tersebut kembali lewat di depan rumah cat warna hijau. Akan tetapi, tidak seperti biasanya si beo nampak mondar-mandir kebingungan. Cindy dkk mulai tertawa sebab akhirnya mereka bisa mengerjai si burung beo yang usil itu. Namun, tertawa mereka tidak lama kemudian terhenti karena si burung beo mengucapkan tiga patah kata yaitu, “lurus, lurus, keriting.” Contoh Teks Anekdot Lucu 2 Contoh Teks Anekdot Antara Pencuri Sandal dan Koruptor Pada suatu persidangan, seorang hakim menjatuhi hukuman 5 tahun terhadap pemuda berusia 23 tahun. Pemuda tersebut bernama Adi, Ia terbukti bersalah karena mencuri sepasang sandal di masjid.



Adi: “Lho tunggu dahulu Pak Hakim, sandal yang saya curi hanya berharga Rp 30.000. Mengapa saya dihukum 5 tahun penjara Pak? Sementara para koruptor yang mencuri uang rakyat dalam jumlah besar lebih ringan hukumannya?” Hakim: “Saudara Adi, Anda merugikan satu orang senilai Rp 30.000. Sementara itu, para koruptor merugikan 200 juta orang senilai 2 miliar rupiah. Jika dirinci kerugian yang ditimbulkan dari tindak korupsi hanya Rp 10 per orang.” Adi: “Lalu?” Hakim: “Lalu apa lagi? Jelas-jelas tindakan Anda jauh lebih merugikan orang lain. Oleh karena itu, sudah sepantasnya Anda saya berikan hukuman lebih berat.” Adi: (Pingsan) Contoh Teks Anekdot Lucu 3 Contoh Teks Anekdot Abang Tukang Roti Pada suatu sore, ada abang tukang roti yang lewat di depan taman kompleks. Langsung saja, si teman gue Hengky memanggilnya. Tak lama kemudian, abang tukang roti tersebut segera menghampiri kami yang sedang duduk di ayunan. Hengky: “Ada roti rasa apa aja Bang?” Abang: “Macam-macam Mas.” Hengky: “Ini roti rasa apa ya Bang?” Abang: “Itu rasa cokelat.” Hengky: “Lah, kalau yang ini Bang?” Abang: “Itu rasa strawberry Mas.” Hengky: “kalau ini, ini Bang?” Abang: “Itu rasa nanas Mas.” Hengky: “Bingung saya Bang. Kagak jadi beli deh.” Abang: “Lah kenapa Mas?”



Hengky: “Lah ini Abang jual roti apa buah-buahan sih? Dari tadi nama yang disebutin nama buah-buahan semua.” Suasana pun hening dan Hengky bersama teman-temannya beranjak pergi. Si abang tukang roti pun kembali memanggil mereka. Abang: “Hoiii jadi beli kagak?” Hengky: “Ogah Bang.” Abang: “Ealaah, dasar anak setan.” Contoh Teks Anekdot Lucu 4 Contoh Teks Anekdot Gara-Gara Kecoa Alkisah hiduplah sepasang suami istri dengan dua orang anaknya. Setiap pagi kedua anak tersebut pergi berkebun untuk membantu orang tuanya. Namun, tiba-tiba mereka berdua pulang ke rumah dengan tergesa-gesa. Kakak: “Mi, umi tolong mi, gawat ini mi adik menelan kecoa!” Umi: “Astaga, kok bisa sih kak? Gimana ceritanya? Ayo cepat panggil Ayah suruh bawa dokter ke sini!” Kakak: “Jangan mi, malah tambah gawat nanti. Sebentar lagi kecoanya juga mati.” Umi: “Lho, kok bisa gitu kak?” Kakak: “Iya mi, soalnya adik sudah aku kasih racun serangga mi. Di botolnya kan ada tulisan “dapat membunuh serangga ekstra cepat.” Umi: “Astagfirullah, sembrono kamu!” Kakak: (bingung) Umi: “Bi, abi anak kita makan kecoa bi, abi.” (sambil berlari mencari suaminya). Kakak: (masih tetap bingung)



Contoh Teks Anekdot Pendidikan 1 Contoh Teks Anekdot Kantin Sekolah Pada suatu pagi yang cerah di sebuah sekolah atau tepatnya dalam kelas, terlihat seorang ibu guru sedang mengabsen muridnya sebelum memulai pelajaran. Guru



: “Niken?”



Niken



: “Hadir Bu!”



Guru



: “Ahmad?”



Adit



: “Tidak tahu Bu, sepertinya Ahmad masih berada di luar kelas



Bu.” (Selang beberapa saat masuklah Ahmad ke dalam kelas) Ahmad : “Permisi Bu, apakah saya diperbolehkan untuk masuk kelas?” Guru



: “Kamu habis dari mana saja Ahmad?”



Ahmad : “Maaf Bu barusan saya membeli makan di luar sekolah Bu.” Guru



: “Beli makan? Lho mengapa kamu harus keluar sekolah? Sekolah



kita kan ada kantin.” Ahmad : “Itu gudang Bu, bukan kantin soalnya kotor dan sempit.” (Mendengar ucapan Ahmad semua murid yang ada di kelas pun tertawa) Guru



: “kamu itu sudah untung sekolah kita punya kantin. Tapi, betul



juga sih itu kantin sekolah memang sempit dan kotor. Sekolah kita nampaknya kurang memperhatikan kebersihan kantin. Mendengar permasalahan tersebut, suasana kelas kembali normal seperti kegiatan belajar mengajar biasanya. Lantas, ibu guru segera membuat jadwal siswa untuk piket kantin. Ia juga mengusulkan kepada kepala sekolah untuk memperbaiki kantin tersebut.



Contoh Teks Anekdot Pendidikan 2 Contoh Teks Anekdot Tanda-Tanda Orang Pintar Di dalam sebuah kelas sedang terjadi kegiatan belajar mengajar, di mana sang guru melakukan tanya jawab dengan para muridnya. Ibu guru: “Anak-anak, apa tandanya seseorang dikatakan pintar?” Umam: “Orang dikatakan pintar kalau dia rajin membaca Bu.” Ibu Guru: “Bagus! Ada lagi?” Bagas: “Rajin menulis juga Bu tentunya.” Ibu Guru: “Ya Bagas, kamu betul.” Umam: “Tapi rajin menyontek juga Bu.” Bagas: “Iya Bu, kalau tidak menyontek kita tak akan bisa apa-apa. Misalnya: dalam membuat pesawat terbang dari kertas, kalau tidak menyontek caranya tentu tak kan bisa. Betul kan Bu guru?” Ibu Guru: “Oh iya ya betul juga kamu Gas.” Bagas: “Yes! Berarti hari ini kita boleh menyontek teman-teman agar jadi orang pintar.” Ibu Guru (Bingung). Contoh Teks Anekdot Pendidikan 3 Contoh Teks Anekdot Suatu hari di sekolah dasar yang terletak di kota Kendal. Murid-murid sedang istirahat jam pertama. Mereka sibuk melakukan aktivitasnya masingmasing. Ada yang pergi menuju perpustakaan untuk membaca buku. Ada yang pergi ke lapangan untuk bermain bola. Ada juga yang pergi ke kantin untuk makan siang. Beni dan Beno terlihat sedang berbincang-bincang di kantin. “No, tahu tidak mengapa pendidikan zaman dahulu lebih enak dibandingkan sekarang?” tanya Beni. “Karena zaman dahulu sekolahnya gratis Ben, beda sama zaman sekarang ini dikit-dikit minta duit,” jawab Beno. “Lalu kenapa pendidikan zaman dahulu gratis No?” tanya Beni lagi. “Ya karena pemerintahannya tidak pelit,” jawab Beno.



“Kenapa pemerintahannya gak pelit?” tanya Beni lagi penasaran. “Welaaah tanya terus kamu ini. Ya karena pemerintahannya masih kaya Ben,” ucap Beno berlagak sok tahu. “Kenapa pemerintahannya kaya No? Kaya kenapa?” Beni masih penasaran. “Kaya si Mbahmu!” jawab Beno dengan kesal. Contoh Teks Anekdot Politik 1 Contoh Teks Anekdot Kursi yang Membuat Lupa Pada suatu siang, ada dua bocah yang sedang asyik bercanda di bawah pohon pisang. Doni



: “Ham, kita main tebak-tebakkan yuk. Kursi, Kursi apa yang bisa



membuat orang lupa ingatan?” Ilham



: “Ya jawabannya jelas kursi goyang dong. Orang yang duduk di



kursi goyang akan mengantuk hingga tertidur. Saat tertidur orang pasti lupa segala-galanya.” Doni



: (tertawa) “Meski lucu jawabannya ternyata salah Ham.”



Ilham



: “Terus kursi apa dong?”



Doni



: “Jawabannya adalah kursi DPR Ham.”



Ilham



: “Tunggu dahulu Don, kok jawabannya bisa kursi DPR?”



Doni



: “Jelas jawabannya kursi DPR dong. Coba kamu ingat lagi



sebelum duduk di kursi DPR banyak sekali caleg yang berjanji manis agar dipilih rakyat. Tetapi, setelah berhasil menduduki kursi DPR sekejap mereka hilang ingatan akan janjinya tersebut.” Ilham



: (tertawa) “Oh iya ya, ada betulnya juga kamu Ham.”



Contoh Teks Anekdot Politik 2 Contoh Teks Anekdot Baju Tahanan KPK Ada dua orang kader dari partai politik yang berbeda sebut saja namanya Gilang dan Galang. Keduanya sama-sama bermaksud untuk mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Setelah menyerahkan berkas administrasi ke kantor KPU daerah, mereka pergi minum kopi bersama ke kantin. Di sana, mereka terlibat sebuah perbincangan yang seru. Gilang : “Lang, politisi di negeri kita ini sudah banyak yang kaya.” Galang : “kalau soal itu kamu tak perlu bilang saja aku sudah tahu lang.” Gilang : “Ya saking kayanya sampai mereka mampu mempunyai baju termahal di Indonesia.” Galang : “Lho, maksudmu baju termahal itu apa? Brand Bape, Stussy, atau Champion?” Gilang : “Ah, itu mah aku juga bisa beli.” Galang : “Lantas, apa sih baju termahal di Indonesia?” Gilang : “Kamu ini gimana toh lang kok ya nggak update gitu lho. Baju termahal di Indonesia ya itu tuh baju KPK yang warna orange.” Galang : “Welaah, kok malah baju KPK toh lang?” Gilang : “Mbok ya dipikir toh lang. Gini lho, seorang politisi yang bisa memakai baju KPK minimal harus mencuri uang rakyat sejumlah 1 miliar. Setelah tertangkap barulah mereka bisa memakai baju termahal di Indonesia ini. Galang : “Oalaah itu toh maksud kamu, baru ngerti aku.” Mereka berdua kemudian memesan kopi satu cangkir lagi. Kemudian, mereka berdua termenung sambil mengenang teman-teman mereka yang sudah naik status sosialnya karena memakai baju termahal di Indonesia.



Contoh Teks Anekdot Politik 3 Contoh Teks Anekdot Seorang suami istri sedang bekerja menjajakan kuenya dengan berkeliling. Hari itu panas sekali dan dagangan mereka masih banyak. Seketika mereka merasa lelah dengan pekerjaannya. Berbagai beban pun hadir di pikiran. BBM yang naik, bayaran anak sekolah belum dibayar, uang kontrakan belum dibayar, dan masih banyak kebutuhan yang harus dicukupi. Akhirnya, mereka memutuskan untuk melepas lelah di sebuah kursi taman yang sejuk karena banyak pohon rindang. “Lihat nasib kita Pak, bekerja seharian hanya dapat uang sedikit belum lagi jika kuenya tidak habis maka tak sebanding dengan modal dan tenaga yang kita keluarakan Pak,” ucap istri lirih sambil menghela napas. “Lihatlah mereka Pak yang bekerja di ruangan full AC penuh dengan kenyamanan. Tidak perlu repot memikirkan biaya anak sekolah, mobil sudah disediakan, makan dilayani, jalan-jalan ke luar negeri. Mereka juga kan yang buat aturan kenaikan BBM tanpa memperhatikan kita-kita ini yang rakyat kecil. Sekali tanda tangan saja rupiah mengalir, sementara kerjanya duduk dan ngerumpi,” ucap istri kesal. Contoh Teks Anekdot Sindiran Contoh Teks Anekdot Negara yang Lucu Ada dua orang sahabat lintas negara bernama Sasha dan Steven. Mereka berdua sedang asyik memperbincangkan mengenai kelucuan sebuah negara. Sasha : “Swiss itu negara yang lucu.” Steven : “Mengapa?” Sasha



: “Sebab negara Swiss mempunyai kementerian angkatan laut.



Padahal mereka tidak memiliki wilayah laut.” Mendengar ucapan Sasha, Steven pun tertawa terbahak-bahak. Namun, Steven segera berhenti tertawa. Steven : “Tapi Sa, negaramu sepertinya lebih lucu.” Sasha : “Lho, mengapa?”



Steven : “Sebab negaramu punya kementerian urusan uang. Padahal, kalian tak punya uang.” Sasha : (Menutup mukanya karena malu). Contoh Teks Anekdot Lucu dan Menyindir Contoh Teks Anekdot Presiden yang Gila Pada suatu kesempatan ketika berkunjung ke Amerika Serikat, presiden keempat Indonesia berbincang hangat dengan presiden Amerika Serikat. Perbincangan dilakukan di Gedung Putih, setelah membahas soal-soal kerjasama kedua negara, maka presiden Indonesia pun menyampaikan suatu topik yang tak kalah penting. Presiden RI Presiden AS



: “Presiden Indonesia itu gila semua Bung!” : “Lho, apa maksud Anda? Bisa tolong jelaskan kepada



Saya Bung.” Presiden RI



: “Ya, presiden pertama kami gila wanita. Lalu, yang



kedua gila akan harta. Terus yang ketiga gila akan teknologi.” Presiden AS



: “Lantas apakah Anda merasa gila? Tadi Anda katakan



bahwa semua presiden Indonesia itu gila.” Presiden RI



: “Ya tidak Bung.”



Presiden AS



: “Lho, kenapa bisa begitu?”



Presiden RI



: “Saya tidak gila Bung. Yang gila itu ya mereka yang



milih saya.” Contoh Teks Anekdot Kesehatan Contoh Teks Anekdot Obat Sakit Kepala Suatu hari di bulan puasa, seorang yang kakek yang tinggal bersama cucunya sedang asyik menonton televisi. Seperti biasa acara favorit yang mereka tonton sebelum buka puasa adalah “Ganteng-Ganteng Serigala.” Setiap dua puluh menit sekali acara tersebut akan diselingi dengan iklan. Salah satu iklan yang ditampilkan adalah produk obat sakit kepala. Iklan ini menjelaskan bahwa obat sakit kepala dapat diminum kapan saja.



Ketika sedang asyik menonton televisi, tiba-tiba kepala kakek sakit. Bergegaslah ia memerintahkan sang cucu untuk pergi ke warung membeli obat sakit kepala. Sesampainya di rumah, si kakek langsung meminum obat sakit kepala tersebut. Sang cucu nampak heran, kemudian bertanya “Kenapa obatnya di minum sekarang kek? Ini kan belum bedug buka puasa?” Sang kakek pun menjawab dengan santai, “ya itulah hebatnya bodrex cu bisa diminum kapan saja bahkan waktu puasa sekalipun.” Contoh Teks Anekdot Bahasa Jawa Contoh Teks Anekdot Mboten Ngertos Ada dua orang pemuda yang berasal dari Pulau Sumatera yaitu Andi dan Anda. Andi sudah bisa berbahasa Jawa karena tinggal di Lampung. Sementara itu, Anda belum bisa bahasa Jawa karena asalnya dari Jambi. Mereka berdua memutuskan untuk merantau ke Pulau Jawa. Pada suatu pagi, mereka berjalanjalan di sekitar kontrakan. Anda



: “Wahh bagus sekali ini rumah, sudah besar, bersih bertingkat



pula. Ini rumah miliki siapa Ndi?” Andi



: “Mboten Ngertos.”



Anda



: “Oh punyanya Mboten Ngertos ya. Ternyata orang jawa namanya



aneh-aneh.” Kemudian, Anda kembali melihat banyak mobil parkir berjejer-jejer di depan sebuah rumah. Ia kembali takjub dan bertanya kepada Andi. Anda : “Ndi, kalau mobil mewah itu punya siapa saja ya?” Andi



: “Mboten Ngertos.”



Anda



: “Waaaaah…. mantap sekali itu si Mboten Ngertos kaya raya.



Kamu kenal orangnya Ndi? Aku mau lah berguru sama dia.” Selang beberapa menit kemudian masuklah mereka ke sebuah gang kecil yang dipenuhi bendera kuning. Anda : “Ndi, ini siapa yang meninggal?” Andi



: “Mboten Ngertos.”



Anda



: “Yah baru saja kita membicarakan orangnya. Sekarang dia malah



sudah pergi. Batal aku berguru sama dia nih.” Akhirnya mereka berdua pun pulang ke kontrakan. Sesampainya di rumah Andi menjelaskan arti kata “Mboten Ngertos” yang diucapkannya. Mendengar penjelasan Andi, Anda pun tertawa terbahak-bahak. Contoh Teks Anekdot Lingkungan 1 Contoh Teks Anekdot Manusia Zaman Now Pada suatu pagi, ada seorang petugas kebersihan yang sedang menyapu jalanan di tengah kota. Tiba-tiba dari arah timur ada mobil melaju dan melemparkan beberapa sampah dari kaca mobil. Merasa tidak dihormati oleh pengendara mobil, petugas kebersihan pun menghentikan pekerjaannya dan berteriak kencang. “Wooooiiii….. kalau buang sampah di tempat sampah. Punya otak atau tidak? Hargai dong orang yang sedang kerja!” Lalu, mobil tersebut pun berhenti dan keluarlah si pengendara dengan pakaian kemeja berdasi dan celana kain serba hitam lagi rapi. Petugas kebersihan tersebut menghampiri pengemudi dengan perasaan kesal. “Pak bisa tidak ya tertib sedikit. Buang sampah ya pada tempatnya. Ini saya sudah susah payah membersihkannya.” Kata petugas kebersihan dengan sedikit kesal. “Sebelumnya maaf pak bukan maksud saya tidak menghormati Bapak,” ucap si pengendara. “Bapak ini salah masih aja banyak alasan,” balas petugas kebersihan tak habis pikir. “Jadi, gini pak saya ini hobinya main basket. Apa-apa saya lempar supaya masuk ke dalam target. Tidak terkecuali sampah saya tadi. Saya bermaksud melemparnya ke tong di dekat Bapak. Biasanya sih masuk, namun hari ini nampaknya kurang beruntung deh,” ucap pengendara menjelaskan sambil menunjuk tong sampah.



Si petugas kebersihan pun undur diri untuk melanjutkan pekerjaannya. Dalam perjalanan hatinya bergumam “Ada-ada saja. Dasar manusia zaman now banyak alasan. Sudah tahu salah pintar sekali mengelak. Apa susahnya sih mengaku salah lalu minta maaf.” Contoh Teks Anekdot Lingkungan 2 Contoh Teks Anekdot Hari sudah larut malam, namun Wiwik dan Sagita pergi keluar untuk mencari makan malam. Mereka memutuskan untuk mencari makan malam di sekitar taman kota. Setelah berkeliling, mereka akhirnya menemukan tempat yang pas, yaitu sebuah lesehan penyetan. Mereka memesan menu ayam penyet, ca kangkung, tempe dan tahu goreng serta es teh. Pada dinding warung ada tulisan, “Jangan buang sampah sembarangan, buanglah sampah pada tempatnya.” Tak lama kemudian pesanan datang, mereka menyantap hidangan tersebut dengan lahap. Sambil makan, Sagita bertanya, “Mengapa tulisan di dinding itu bukan kata mutiara?” “Ya karena bukan toko mutiara keleus.” jawab Wiwik. “kenapa bukan kata motivasi?” tanya Sagita lagi. “Boros lah, nanti kamu termotivasi terus makan di sini ngabis-ngabisin duit.” Jawab Wiwik lagi. “Lalu kenapa bukan soal kesehatan ya?” Sagita masih bertanya. “Ya gak logis dong. Nanti lesehannya gak laku karena makanan di sini kan kebanyakan berlemak jadi kolesterolnya tinggi.” Jelas Wiwik kepada Sagita. “Kenapa nggak bahas soal ekonomi ya?” tanya Sagita. “Ya nanti nggak laku juga lah lesehan ini apalagi kalau suruh berhemat.” jawab Wiwik. “terus kenapa juga bukan soal politik?” Sagita masih bertanya. “Ya nanti dikira si pemilik warung mencalonkan diri di DPR lagi. Nanti kita yang makan di sini disuruh coblos dia lagi. Padahal kenal aja kagak,” jawab Wiwik masih sabar. “Anehnya, bukan juga soal pendidikan ya?” Sagita terus bertanya. “Kalau soal pendidikan, ini lesehan nanti penuh sama dedek-dedek yang ngerjain tugas dong. Ngerjain tugasnya 5 menit, nongkrong sama wifiannya 2 jam sendiri. Bangkrut dah yang punya lesehan,” jelas wiwik lagi.



Akhirnya mereka berdua lelah dengan pertanyaan dan semua jawaban. Mereka menikmati makan malam dengan begitu lahapnya. Suasana malam yang tenang juga membuat mereka betah berlama-lama di lesehan tersebut. Tiba-tiba Wiwik terheran mengapa Sagita melahap semua tulang ayam itu tanpa tersisa. “Kenapa kamu makan tulang itu Git? Itu kan sampah buanglah pada tempatnya,” tanya Wiwik sekaligus memerintah. “Iya ini aku tampung di tubuh dahulu, nanti sampahnya aku buang ke toilet,” ucap Sagita. “OMG!” ucap wiwik tak habis pikir. Contoh Teks Anekdot Tentang Alam Contoh Teks Anekdot Lapor Komnas HAM Pada akhir pekan ini saya menghadiri sebuah seminar tentang lingkungan hidup di kampus saya. Salah satu motivasi utama saya datang ke seminar ini adalah karena pembicaranya ganteng dan pintar. Bahkan saya cukup tertarik dengan prolog yang diucapkannya dalam seminar ini. “kalau membahas tentang Indonesia tentu tidak dapat dilepaskan dari keindahan alam, flora, dan faunanya.” Indonesia memang surganya para pegiat travelling dari seluruh manca negara. Namun, akhir-akhir ini Indonesia sedang dilanda isu lingkungan yang cukup sensitif. Perhatikan akhir-akhir ini, banyak sekali orang pintar yang bilang negeri ini sedang terancam. Memangnya terancam apa? Apakah Indonesia diancam? Apakah Indonesia akan dibunuh? Narasumber tersebut juga menuturkan bahwa hutan merupakan sumber paru-paru dunia. Akan tetapi, yang mengherankan adalah mengapa hutan terus saja ditebang oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab? Kalau hutan banyak yang mati maka paru-parunya juga mati dong? Nah kalau paru-paru hutan mati maka begitu juga dengan dunia dong? Bukan hanya hutan, satwa liar juga sudah mulai terancam punah karena habitatnya dirusak oleh manusia tidak bertanggung jawab. Contohnya orang hutan di pulau Kalimantan sana. Kasihan mereka karena kehilangan tempat tinggal akibat alih fungsi hutan untuk dijadikan lahan kelapa sawit.



Ya, andai saja nih orang utan itu bisa ngomong, maka sudah pasti mereka beramai-ramai mengadu pada komnas HAM. Apa itu komnas HAM? Ya, hewan juga butuh perlindungan kan? Oleh karena itu, sudah waktunya dibentuk komnas Hak Asasi Monyet. Mendadak seisi ruangan dipenuhi dengan gelak tawa termasuk saya. Contoh Teks Anekdot Sosial Contoh Teks Anekdot Pelesir Ala Ibu Pejabat Suatu sore di ruang tamu sebuah rumah, ada dua orang kakak beradik yang sedang menyaksikan tayangan berita di sebuah channel TV. Mereka berdua saling bertukar pendapat mengenai tontonan yang tengah ditayangkan yaitu para anggota organisasi istri-istri pejabat yang tengah pelesir ke luar negeri. “Lihat ibu-ibu itu dek dari atas sampai bawah impor, mewah dan kompak lagi!” ucap kakak. “Memang kenapa kak? Itu kan hak mereka. Mereka punya uang ya wajar saja kalau mau tampil glamour dengan berbagai merek internasional,” balas adik. “Iya mewah si boleh. Tapi, coba lihat itu dek rambut mereka yang disemir cokelat atau kuning seperti bule. Belum lagi pakaian mereka yang berwarna baby pink itu sungguh mencolok mata. Terus, sepatu high heels mereka yang keterlaluan tingginya. Padahal, berapa usia mereka coba? Lalu, pejabat sekelas mana yang pantas berpakaian seperti itu?” Jelas si kakak panjang lebar. “Lho, kakak ini belum tahu kah? Mereka keluar negeri kan mau konser kak,” ucap sang adik sambil tertawa geli. Contoh Teks Anekdot Layanan Publik Contoh Teks Anekdot Rahasia Besarnya Perut Polisi Pada suatu pagi, Abdul dan Latif sedang mengurus pembuatan SIM di kantor polisi. Mereka berdua terheran-heran karena prosedur pembuatan SIM ternyata sangat mudah sekali. Bagaimana tidak? Hanya dengan satu kali tes para pembuat SIM sudah dinyatakan lolos. Padahal beberapa di antara mereka terlihat belum lihai mengendarai kendaraan bermotor saat tes.



Para polisi seolah tidak menghiraukan dampak ke depannya jika para pembuat SIM yang belum lihai tersebut diluluskan dan akan berkendara di jalan raya. Abdul pun bertanya kepada Latif, “Bro, tahu engga kamu kenapa polisi perutnya besar-besar?” “Ya karena gizinya tercukupi mungkin Dul jadi hidupnya makmur badannya gemuk,” jawab Latif. Namun, Abdul malah menggelengkan kepala setelah mendengar jawaban Latif. “Lalu kenapa?” tanya Abdul mengulang. “Mungkin karena pekerjaan mereka tidak seberat yang dilakukan oleh TNI.” ucap Latif memberi jawaban lain. “Salah semua, perut polisi besar ya karena sesuai dengan isi dompet masingmasing.” Ucap Abdul. Contoh Teks Anekdot Sindiran Koruptor Contoh Teks Anekdot Mall di ibu kota selalu ramai dikunjungi oleh muda-mudi terlebih lagi saat malam minggu tiba. Pada malam minggu kali ini, Sisil dan Arman pergi ke salah satu mall di Jakarta. Mereka menghabiskan waktu untuk menonton dan membeli baju untuk kondangan pernikahan kakak sisil. Tibalah mereka di sebuah counter yang menjual berbagai gaun pesta merek terkenal dengan harga puluhan hingga ratusan juta. Sebagai wanita, sisil ingin Arman memilihkan satu gaun versi terbaik untuk dirinya. “Beb, bisa tolong pilihkan aku gaun pesta yang bagus. Aku mau terlihat cantik dan menawan saat pesta pernikahan kakak nanti.” pinta Sisil manja kepada Arman. Ternyata Arman juga ingin Sisil memilihkan jas terbaik yang akan dipakainya di pesta pernikahan kakaknya nanti. Akhirnya, Sisil menemukan jas hitam seharga ratusan juta dan bermerek terkenal. Sisil pun memilihkannya untuk Arman. “Beb, tahu nggak jas apa yang lebih mahal harganya dari ini?” Tanya Sisil bercanda. “Apa?” tanya Arman penasaran. “Ya jas oranye yang ada tulisan KPK nya itulah karena tidak sembarangan orang dapat memakainya. Jika ingin memakainya maka harus korupsi miliaran bahkan hingga trilyunan. Jelas mereka itu orang-orang pilihan.” Jelas Sisil.



Contoh Teks Anekdot Keluarga Contoh Teks Anekdot Pada suatu sore, seorang Ibu berencana untuk memijat bayinya sebelum memandikannya. Hal ini dilakukan sang Ibu karena bayinya sejak beberapa hari ini susah tidur. Kemudian, si Ibu berniat mengambil minyak pijat di meja. Akan tetapi, sang Ibu lupa menaruh minyak pijat tersebut. “Baby oil kemarin aku taruh mana ya?” tanya sang Ibu dalam hati. Lalu, ia teringat bahwa minyak pijat tersebut ada di dapur. Si Ibu pun memanggil anak keduanya yang berumur dua tahun, “Nak tolong ambilkan minyak ibu di dapur untuk pijat adek ya!” pinta sang ibu kepada anaknya. “Ya Bu.” Jawab sang anak sambil berlari kecil mengambil minyak ke dapur lalu menyodorkan pada ibunya. Si Ibu terkaget-kaget melihat sang anak membawa botol minyak goreng yang isinya masih setengah. “kenapa ini yang kamu ambil Nak?” tanya si Ibu terheran-heran. “Lha, tadi Ibu bilang suruh ambil minyak di dapur.” celoteh anak tiga tahun tersebut dengan polosnya. Contoh Teks Anekdot Menyindir Teman Contoh Teks Anekdot Ada dua orang gadis yang bersahabat namanya Rena dan Riris. Semenjak bersahabat, Rena sering meminta tolong kepada Riris terutama jika sedang kekurangan uang. Rena adalah tipikal orang yang selalu memanfaatkan temannya untuk kepentingannya sendiri. Akan tetapi, jika uang tersebut ditagih oleh temantemannya, maka ia akan menghindar seolah tak peduli. Suatu ketika Riris mempunyai pekerjaan rumah berupa tugas sekolah yang menumpuk. Namun, ia bingung karena di saat bersamaan ada acara keluarga yang tidak dapat ditinggalkan. Ia pun mempunyai suatu inisiatif. Nah, di saat yang bersamaan pula Rena ingin meminjam uang kembali. “Ris, aku boleh pinjem uang lagi nggak?” tanya Rena sedikit memohon. “Berapa Ren?” tanya Riris. “Satu juta saja Ris,” Jawab Rena. “Apa satu juta itu sudah bisa buat bayar hutang-hutangmu selama ini. Nah, ini kamu malah mau pinjam lagi. Ya sudah tidak apa-apa nanti aku kasih pinjam. Tapi, kali ini ada



syaratnya kamu harus mengerjakan tugasku selama satu minggu ya,” ucap Riris panjang lebar. “Baiklah,” Jawab Rena dengan sedikit terpaksa nampaknya. Satu minggu kemudian, ketika tugas Riris sudah selesai Rena meminta uang kepada temannya tersebut. “Ris, ini tugasmu sudah selesai. Kamu bisa pinjami aku uang kan sekarang?” “Sebelumnya, maaf nih ya Ren, coba deh kamu hitung berapa hutangmu ke aku. Satu juta kan? Nah, kemarin ini adalah bayarannya karena kamu tidak mau membayar hutang kepadaku,” tegas si Riris kepada Rena dengan penuh sindiran. Mendengar perkataan dari Riris, Rena pun hanya bisa terdiam. Setelah kejadian ini persahabatan keduanya pun merenggang. Riris tidak direpotkan lagi oleh Rena yang sering meminjam uang tapi tak pernah dikembalikan. Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menghibur diri maupun memberi kritik. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan media teks anekdot. Pada paragraf di atas telah disampaikan mengenai berbagai contoh teks anekdot. Contoh tersebut dapat dipelajari sebelum Anda mulai membuat teks anekdot sendiri.