Proposal Kewirausahaan Beternak Ayam Pet [PDF]

  • 0 0 0
  • Suka dengan makalah ini dan mengunduhnya? Anda bisa menerbitkan file PDF Anda sendiri secara online secara gratis dalam beberapa menit saja! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN BETERNAK AYAM PETELUR



DISUSUN OLEH : 1. FAIZAL NUR RACHMAN



(XII MIPA 2/09)



2. GALUH ADJENG C. K.



(XII MIPA 2/12)



3. R. A. DYAH AYU M. P.



(XII MIPA 2/19)



4. VISABELLA MUDITA



(XII MIPA 2/28)



SMA NEGERI 1 SEMIN TAHUN PELAJARAN 2020/2021



i



KATA PENGANTAR



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan proposal usaha ini. Keberhasilan dalam penyusunan proposal ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu tak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada : 1. Drs. Tiya, M.M. selaku kepala sekolah SMA N 1 SEMIN 2. Maryati, S.Pd. selaku guru pembimbing 3. Teman-teman kelas XII MIPA 2 Kami sangat berharap proposal ini dapat berguna dan bermanfaat. Kami menyadari bahwa di dalam proposal ini masih terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Oleh karena itu kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan proposal.



Semin, Februari 2021 Penyusun



ii



DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL...............................................................................................................i KATA PENGANTAR...........................................................................................................ii DAFTAR ISI.........................................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang...........................................................................................................1 B. Identifikasi Masalah...................................................................................................1 C. Batasan Masalah.........................................................................................................2 D. Tujuan.........................................................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN A. Sarana dan Prasarana..................................................................................................3 B. Ketersediaan SDM.....................................................................................................3 C. Sistem Manajemen Usaha..........................................................................................3 D. Sistem Kelangsungan Usaha......................................................................................3 BAB III PENUTUP A. Kesimpulan.................................................................................................................5 B. Saran...........................................................................................................................5 LAMPIRAN...........................................................................................................................6



iii



BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta, tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja. Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu usaha yang mudah dikembangkan



yaitu



pemeliharaan



ayam



petelur



karena



banyak



orang



yang



membutuhkannya. Sebagai contoh diwilayah Medan dan sekitarnya banyak penjual nasi goreng , burger, martabak telur, roti dan sebagainya yang membutuhkan telur ayam yang terus meningkat setiap harinya. Untuk memenuhi kebutuhan ini banyak peternak ayam eropa yang bersaing untuk menyuplai akan kebutuhan telur tersebut. Dalam rangka memanfaatkan peluang ini, penulis mencoba mendirikan sebuah usaha beternak ayam petelur yang diberi nama C.V Telur Ayam Berkah B. Identifikasi Masalah Saat ini telah banyak orang yang mendirikan usaha beternak ayam petelur, namun kurang sukses dan banyak yang merugi. Hal tersebut mungkin disebabkan saat mereka akan mendirikan usaha mereka tidak memperhatikan konsep-konsep dasar berusaha dalam membentuk usaha, membina serta mengembangkan usaha, selain itu, mereka kurang sukses karena mereka tidak memiliki sikap-sikap wirausahawan yang baik dan tangguh. Maka dari itu agar kita bisa sukses dalam berwira usaha kita harus memiliki sikap wirausahawan yang baik serta sabar dan ulet dalam berwirausaha. 1



Adapun faktor-faktor yang dapat mendukung maupun menghambat usaha ini adalah : 1. Faktor Pendukung Prospek atau peluangnya cukup besar untuk dikembangkan. Memberikan pendapatan / keuntungan yang cukup besar. Permintaan Telur ayam selalu meningkat Pemeliharaan tidak begitu sulit. Tidak memerlukan modal yang cukup besar. Tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Peluang pasar yang besar untuk pemasaran. Tidak memerlukan waktu yang begitu lama untuk setiap kali panen. Dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain 2. Faktor Penghambat Banyak jenis usaha yang sama sebagai pesaing. Bila ayam terserang penyakit atau stres sulit untuk dipulihkan. Memerlukan keahlian dan keuletan yang lebih dalam mengenai beternak ayam petelur. Cukup sulit mendapatkan ayam Petelur yang bagus. Prospek Usaha beternak ayam Petelur masih mempunyai peluang yang cukup besar, dilihat dari tingkat pemanfaatan potensi pemeliharaan serta kemungkinannya dikirim keluar daerah. Dapat dilihat dari nilai ekonomisnya, karena itu kualitas ayam sangat menentukan untuk mendapat tujuan yang diharapkan. C. Batasan Masalah Sebenarnya ada banyak peluang untuk mendirikan usaha namun penulis memilih usaha beternak ayam potong karena usaha ini selain memiliki peluang pasar yang besar, usaha ini juga tidak membutuhkan modal yang besar dan tidak memerlukan tenaga kerja yang banyak. Usaha ini juga memiliki prospek yang yang cerah dengan resiko kegagalan yang relatif kecil. Karena hal-hal inilah, penulis sebagai pemula dalam dunia usaha berharap dapat menjalankan usaha ini dengan sukses. D. Tujuan Tujuan dari usaha pemeliharaan ayam potong ini adalah: 1. Dapat melakukan usaha pemeliharaan ayam petelur dengan baik dan memberikan manfaat yang besar. 2. Dapat memasarkan Telur ayam dengan baik. 3. Dapat menjaga kelangsungan usaha dan mengembangkannya. 4. Dapat membuka lapangan kerja bagi orang lain. 5. Dengan usaha ini pengalaman dan penghasilan penulis dapat bertambah. 2



BAB II PEMBAHASAN A. Sarana dan prasarana Lokasi tempat usaha ini cukup strategis dan jauh dari pemungkiman masyarakat sehingga jauh dari kebisinggan sehingga tidak menyebabkan ayam ini steres, sebab apabila apabila ayam ini mengalami streres maka ayam akan banyak yang susah bertelur. B. Ketersediaan SDM Karena usaha ini sepenuhnya dikelola oleh keluarga ,maka ketersediaan SDM sudah dapat terpenuhi dengan ketersediaan anggota keluarga. C. Sistem manajemen usaha Melihat usaha ini dikelola oleh keluarga, maka sistem manajemen diatur berdasarkan musyawarah secara kekeluargaan D. Sistem Pelaksanaan Usaha Setelah melakukan langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha, maka usaha dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran dengan modal awal Rp 1.500.000 : a. Pengeluaran 1. Modal tetap, meliputi: 1) Kandang ayam ukuran 7×3 m



: 1 buah



: Rp 200.000



2) Tempat minum ayam



: 10 buah



: Rp



60.000,



3) Tempat makan ayam



: 10 buah



: Rp



40.000,



4) Lampu penerangan



: 3 buah



: Rp



75.000,



Jumlah



: Rp. 375.000



2. Modal tidak tetap, meliputi: 1) Pembelian ayam betina sebanyak 50 ayam 1 ekor harganya Rp. 15.000



: Rp 15.000 x 50



: Rp



450.000



2) Pembelian obat-obatan



: Rp. 100.000



3) Biaya listrik



: Rp.



Jumlah



30.000



: Rp. 580.000



3



Total pengeluaran : Rp.375.000 + Rp 580.000 = Rp 955.000 Sisa modal : Modal awal – total pengeluaran Rp 1.500.000 – Rp 955.000 = Rp 545.000 b. Pemasukan 1. Hasil penjualan telur ayam 1 butir di jual Rp 800 Maka 50 ayam : 50 butir x 800= Rp 400.000 2. Karena ada 1 buah kandang ayam, maka 1 x Rp 400.000= Rp 1.350.000 3. Jadi total pendapatan dalam sehari = Rp 400.000 c. Keuntungan Keuntungan selama satu bulan. = Rp.400.000 x 30 hari = Rp 12.000.000 Jadi keuntungan rata-rata setiap bulan Rp 12.000.000 Keuntungan tersebut akan di masukan ke dalam kas atau sisa modal dan nantinya dapat di gunakan untuk keperluan yang lainnya.



4



BAB III PENUTUP



A. Kesimpulan 1. Beternak ayam petelur memberikan keuntungan yang lumayan besar. 2. Beternak ayam yang tidak memerlukan modal yang cukup besar. 3. Pemeliharaan akan ayam petelur yang tidak begitu sulit untuk dilaksanakan. 4. Beternak ayam petelur tidak membutuhkan tenaga kerja yang banyak. 5. Wirausaha dibidang pemeliharaan ayam petelur memiliki prospek yang cerah dengan resiko yang kecil. B. Saran 1. Dalam menjalankan sebuah usaha sangat dibutuhkan jiwa yang kuat serta pemikiran yang matang. 2. Selalu utamakan keselamatan, serta kualitasnya.



5



LAMPIRAN



6