Strategi Pembelajaran Di SD Modul 1 12 [PDF]

  • 0 0 0
  • Suka dengan makalah ini dan mengunduhnya? Anda bisa menerbitkan file PDF Anda sendiri secara online secara gratis dalam beberapa menit saja! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

MODUL 1 HAKIKAT STRATEGI PEMBELAJARAN Kegiatan belajar 1 Konsep dan prinsip belajar dan pembelajaran 1.



Belajar memiliki tiga atribut pokok ialah: a. Belajar merupakan proses mental dan emosional atau aktivitas pikiran dan perasaan.  b. Hasil belajar berupa perubahan perilaku, baik yang menyangkut kognitif,  psikomotorik, maupun afektif. c. Belajar berkat mengalami, baik mengalami secara



langsung



maupun



mengalami



secara tidak langsung (melalui media). Dengan kata lain belajar terjadi di dalam interaksi dengan lingkungan. (lingkungan fisik dan lingkungan sosial). 2.Supaya belajar terjadi secarta efektif perlu diperhatikan beberapa prinsip antara lain: a. Motivasi, yaitu dorongan untuk melakukan kegiatan belajar, baik motivasi intrinsik maupun motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik dinilai lebih baik, karena berkaitan langsung dengan tujuan pembelajaran itu sendiri.  b. Perhatian atau pemusatan energi psikis terhadap pelajaran erat kaitannya dengan motivasi. Untuk pemusatkan perhatian siswa terhadap pelajaran bisa didasarkan terhadap diri siswa itu sendiri dan atau terhadap situasi pembelajarannya. c. Aktivitas. Belajar itu sendiri adalah aktivitas. Bila fikiran dan perasaan siswa tidak terlibat aktif dalam situasi pembelajaran, pada hakikatnya siswa tersebut tidak belajar. Penggunaan metode dan media yang bervariasi dapat merangsang siswa lebih aktif  belajar. d. Umpan balik di dalam belajar sangat penting, supaya siswa segera menge-tahui benar tidaknya pekerjaan yang ia lakukan. Umpan balik dari guru sebaiknya yang mampu menyadarkan siswa terhadap kesalahan mereka dan meningkatkan pemahaman siswa akan pelajaran tersebut. e. Perbedaan individual adalah individu tersendiri yang memiliki perbedaan dari yang lain. Guru hendaknya mampu memperhatikan dan melayani siswa sesuai dengan hakikat mereka masing-masing. Berkaitan dengan ini catatan pribadi setiap siswa sangat diperlukan.



3. Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari unsur: tujuan,  bahan pelajaran, strategi, alat, siswa, dan guru. Semua unsur atau komponen tersebut saling berkaitan, saling mempengaruhi; dan semuanya berfungsi dengan berorientasi kepada tujuan Variabel Strategi Belajar Mengajar 



Kegiatan belajar 2 Perbedaan pendekatan,strategi,metode dan teknik pembelajaran 1. Pendekatan strtegi, metode dan teknik pembelajaran pada hakikatnya tidak dapat di  pisahkan. Ke empat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. 2. Pendekatan strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan atau sedang di gunakan dapat di ketahui dari langkah langkh pembelajaran yang telah tersusun atau sedang terjadi. 3. Pendekatan epmbelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran 4. Strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang di miliki dan yang dapat di kerahkan untuk mencapai tujuan pembelajran yang telah di tetapkan. 5. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang



sesuai



sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. 6. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah langkah menggunakan metode mengajar, yang sifat lebih opersional. 7. Faktor faktor yang perlu di perhatikan dalam penentu teknik pembelajaran diantaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru ketersedian sarana dan waktu , serta kesiapan siswa.



Kegiatan belajar 3 Faktor faktor penentu dalam pemilihan strategi dan pembelajaran 1.



faktor faktor yang perlu di pertimbangkan dalam dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajarn, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru.



2.



Gagne mengklasifikasi hasil hasil belajr atau tujuan pembelajaran kedalam lima jenis tujuan belajar sebagai berikut. a. Ketrampilan intlektual dengan tahapan tahapannya : (1) Kemampuan membedakan ( diskriminasi )



3. Pembelajaran merupakan suatu sistem lingkungan belajar yang terdiri dari unsur: tujuan,



 bahan pelajaran, strategi, alat, siswa, dan guru. Semua unsur atau komponen tersebut saling berkaitan, saling mempengaruhi; dan semuanya berfungsi dengan berorientasi kepada tujuan Variabel Strategi Belajar Mengajar 



Kegiatan belajar 2 Perbedaan pendekatan,strategi,metode dan teknik pembelajaran 1. Pendekatan strtegi, metode dan teknik pembelajaran pada hakikatnya tidak dapat di  pisahkan. Ke empat istilah tersebut merupakan satu kesatuan dalam pembelajaran. 2. Pendekatan strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang akan dan atau sedang di gunakan dapat di ketahui dari langkah langkh pembelajaran yang telah tersusun atau sedang terjadi. 3. Pendekatan epmbelajaran adalah cara umum dalam memandang pembelajaran 4. Strategi pembelajaran adalah ilmu dan kiat di dalam memanfaatkan segala sumber belajar yang di miliki dan yang dapat di kerahkan untuk mencapai tujuan pembelajran yang telah di tetapkan. 5. Metode mengajar adalah berbagai cara kerja yang bersifat relatif umum yang



sesuai



sesuai untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. 6. Teknik pembelajaran mengambarkan langkah langkah menggunakan metode mengajar, yang sifat lebih opersional. 7. Faktor faktor yang perlu di perhatikan dalam penentu teknik pembelajaran diantaranya adalah kemampuan dan kebiasaan guru ketersedian sarana dan waktu , serta kesiapan siswa.



Kegiatan belajar 3 Faktor faktor penentu dalam pemilihan strategi dan pembelajaran 1. faktor faktor yang perlu di pertimbangkan dalam dalam memilih strategi pembelajaran ialah tujuan pembelajaran, jenis dan tingkat kesulitan materi pelajarn, sarana, waktu yang tersedia, siswa, dan guru. 2. Gagne mengklasifikasi hasil hasil belajr atau tujuan pembelajaran kedalam lima jenis tujuan belajar sebagai berikut. a. Ketrampilan intlektual dengan tahapan tahapannya : (1) Kemampuan membedakan ( diskriminasi )



(2) Kemampuan mengenal konsep konkret (3) Kemampuan memahami konsep terdefinisi (4) Kemampuan meggunakan aturan, rumus hukum dalili prinsip (5) Kemampuan memecahkan masalah dengan menggunakan berbagai aturan



 b. Strategi kognitif yaitu kemampuan memilih dan mengubah cara  – cara memberikan  perhatian , belajar mengingat dan berfikir  c. Informasi verbal yaitu menyimpan nama / label fakta, dan pengetahuan dalam ingatan d. Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan kegiatan – kegiatan fisik  e. Sikap yaitu kemampuan menampilakn prilaku yang bermuatan nilai nilai



3. Setiap jenis tujuan pembelajaran menurutperoses pembentukan yang berbeda tujuan yang  bersifat penguasaan pengetahuan menuntut kegiatan pengkajian. Tujuan yang bersifat  penguasaan keterampilan menutut kegiatan berlatih. Sementara itu, tujuan yang bersifat sikap dan nilai menuntut kegiatan penghayatan terhadap sikap dan nilai yang di harapkan di kuasai. 4.



Yang perlu di pertimbangkan dari faktor siswa di dalam memilih strategi pembelajaran, antara lain : a. Siswa sebagai pribadi tersendiri memiliki perbedaan dari siswa lain  b. Jumlah siswa yang mengikuti pelajaran c. Faktor fasilitas, ruang dan waktu yang perlu di pertimbangkan dalam memilih strategi  pembeljaran ialah: (1) Jumlah karakteristis alat pembelajaran dan peraga (2) Jumlah karakteristik sumber pembelajaran ( bahan cetakan dan lingkungkungan ) (3) Ketersediaan ruangan yang di butuhkan (4) Jumlah waktu yang tersedia (5) Faktor guru yang akan mempengaruhi penggunaan strategi pembelajaran ialah kemampuan menguasai bahan pelajaran dan kemampuan mempelajarkan siswa



Kegiatan belajar 4 Berbagai jenis strategi pembelajaran 1. Atas dasar pertimbangan proses pengolahan pesan. a. Strategi Deduktif. Dengan Strategi Deduktif materi atau bahan pelajaran diolah dari mulai yang umum, generalisasi atau rumusan, ke yang bersifat khusus atau bagian bagian. Bagian itu dapat berupa sifat, atribut atau ciri-ciri. Strategi Deduktif dapat digunakan dalam mengajarkan konsep, baik konsep konkret maupun konsep terdefinisi  b. Strategi Induktif. Dengan Strategi Induktif materi atau bahan pelajaran diolah mulai dari yang khusus (sifat, ciri atau atribut) ke yang umum, generalisasi atau rumusan. Strategi Induktif dapat digunakan dalam mengajarkan konsep, baik konsep konkret maupun konsep terdefinisi. 2. Atas dasar pertimbangan pihak pengolah pesan. a. Strategi Ekspositorik. Dengan Strategi Ekspositorik bahan atau materi



pelajaran



diolah oleh guru. Siswa tinggal “terima jadi” dari guru. Dengan Strategi Ekspositorik guru yang mencari dan mengolah bahan pelajaran, yang kemudian menyampaikannya kepada siswa. Strategi Ekspositorik dapat digunakan di dalam mengajarkan berbagai materi pelajaran, kecuali yang sifatnya pemecahan masalah.  b. Strategi Heuristik. Dengan Strategi Heuristik bahan atau materi pelajaran diolah oleh siswa. c. Siswa yang aktif mencari dan mengolah bahan pelajaran. Guru sebagai fasilitator memberikan dorongan, arahan, dan bimbingan. Strategi Heuristik dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai materi pelajaran termasuk pemecahan masalah. Dengan Strategi Heuristik diharapkan siswa bukan hanya paham dan mampu melakukan suatu  pekerjaan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, akan tetapi juga akan terbentuk sikap-sikap positif, seperti: kritis, kreatif, inovatif, mandiri, terbuka. Strategi Heuristik terbagai atas Diskoperi dan Inkuiri 3. Atas Dasar Pertimbangan Pengaturan Guru a. Strategi Seorang Guru. Seorang guru mengajar kepada sejumlah siswa  b. Strategi Pengajaran Beregu (Team Teaching). Dengan Pengajaran Beregu, dua orang atau lebih guru mengajar sejumlah siswa. Pengajaran Beregu dapat digunakan di dalam mengajarkan salah satu mata pelajaran atau sejumlah mata pelajaran yang terpusat kepada suatu topik tertentu.



4. Atas Dasar Pertimbangan Jumlah Siswa a. Strategi Klasikal  b. Strategi Kelompok Kecil c.



Strategi Individual.



5. Atas Dasar Pertimbangan Interaksi Guru dengan Siswa. a. Strategi Tatap Muka. Akan lebih baik dengan menggunakan alat peraga.  b. Strategi Pengajaran Melalui Media. Guru tidak langsung kontak dengan siswa, akan tetapi guru “mewakilkan” kepada media. Siswa berinteraksi dengan media.



MODUL 2 PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR 



Dalam Modul ini, Anda akan mempelajari karakteristik belajar siswa Sekolah Dasar. Setelah mempelajari modul ini diharapkan Anda mampu : a. menjelaskan pengertian belajar;  b.



menjelaskan hakikat belajar;



c. mengidentifikasi karakteristik belajar di Sekolah Dasar; d. menjelaskan tahapan perkembangan anak Sekolah Dasar; e. menjelaskan kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar.



Agar proses belajar efektif, guru harus memahami bahwa tugas dan peranannya dalam mengajar harus berfungsi sebagai pembimbing, fasilitator, dan nara sumber atau pemberi informasi. Proses belajar bergantung pada pandangan guru terhadap makna belajar, karena semua aktivitas siswa dalam belajar selalu berdasaran skenario yang dikembangkan oleh guru. Pandangan guru terhadap belajar selalu berkaitan dengan makna dan operasionalisasi tugas mengajar. Pandangan mengajar yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan dan hakikat belajar saat ini adalah bahwa mengajar merupakan suatu proses membimbing, memberikan informasi dan mengatur lingkungan sehingga terjadi proses belajar yang efektif.



Untuk membantu Anda mendapatkan semua kemampuan tersebut, dalam modul ini akan disajikan pembahasan dan contoh mengenai : a.  pengertian belajar;  b. karakteristik belajar di Sekolah Dasar; c. tahapan perkembangan anak Sekolah Dasar; d. kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar.



MODUL 2 PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR



Kegiatan Belajar 1 Pengertian Belajar



Untuk mencapai target kurikulum yang telah ditetapkan, guru harus berupaya menerapkan kurikulum secara maksimal dan efektif. Kegiatan yang



paling



menentukan



dalam keberhasilan penerapan kurikulum adalah proses pembelajaran atau kegiatan belajar. Belajar merupakan suatu proses yang harus ditempuh siswa, tetapi esensi dan hakikatnya harus dipahami oleh guru agar dalam pelaksanaannya guru dapat mengelola dan membinmbing proses pembelajaran sesuai dengan kaidah-kaidah belajar yang efektif. Di samping itu, guru akan dapat menciptakan kondisi dan suasana belajar yang optimal dalam rangka mendukung proses guna mencapai hasil belajar yang diharapkan. Oleh karena itu, guru perlu belajar memahami hakikat belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar dan ciri-ciri perubahan yang disebabkan oleh belajar.



A. Pengertian Belajar Pendapat modern yang muncul pada abad 19 menganggap bahwa belajar adalah  proses perubahan tingkah laku (a change in behavior ). Ernest R. Hilgard (1948) menyatakan  bahwa learning is the process by which an activity or is changed through training procedures (whether in the laboratory or in the natural environment ) as distinguished from changes by factors not atrisutable to training. Jadi, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui latihan dan perubahan itu disebabkan karena ada dukungan dari lingkungan yang positif yang menyebabkan terjadinya interaksi edukatif. Perubahan tersebut terjadi secara menyeluruh meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan.



Pendapat lain mengemukakan bahwa belajar adalah proses pengalaman ( learning is experience), artinya belajar itu suatu proses interaksi antara individu dengan lingkungannya. Dalam interaksi tersebut terjadi prose mental, intelektual, dan emosional yang pada akhirnya menjadi suatu sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dimilikinya.



Contohnya adalah seseorang yang belajar badminton. Ia akan melakukan latihan mengayunkan raket dengan cara memegang yang benar, menepuk bola, backhand dan forehand yang merupakan pengalaman belajar. Pengalaman belajar lainnya meliputi : a. Bagaimana cara-cara ia menentukan arah pukulan? Dalam hal ini ia (yang dilatih) harus berpikir, berkonsentrasi, dan memvisualisasikan diri ke dalam perbuatan dan mencobakannya ke dalam bentuk latihan.  b. Bagaimana cara-cara ia belajar menerima kritikan atas kesalahan-kesalahan yang dilakukannya? Ia akan mengontrol perasaan, dan kemudian melakukan perbaikan perbaikan sesuai isi kritik yang diberikan padanya. c. Bagaimana ia memperoleh pemahaman prinsip dan sikap yang dibutuhkan? Ia akan mengalami peristiwa-peristiwa dalam situasi yang tidak dapat diramalkan sebelumnya dan dari situ ia memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan (bersifat reaktif) yang dibutuhkannya. d. Bagaimana ia belajar membina kekkompakan dalam kelompok? Tentunya ia akan  berdiskusi dengan teman dan kelompoknya, menempatkan posisi, melakukan tugas, dan tanggung jawab.



Definisi belajar yang umum diterima saat ini ialah bahwa belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkat laku yang baru, secara keseluruhan sebagai pengalaman individu itu sendiri dalam berinteraksi dengan lingkungannya.



B. Hakikat Belajar Ada 4 pilar yang perlu diperhatikan dalam belajar yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, dan learning to be.  Learning to know  artinya belajar untuk mengetahui; yang menjadi target dalam  belajar adalah adanya proses pemahaman sehingga belajar tersebut dapat mengantarkan siswa untuk mengetahui dan memahami substansi materi yang dipelajarinya.  Learning to do  artinya belajar untuk berbuat; yang menjadi target dalam belajar adalah proses melakukan atau proses berbuat. Dalam hal ini siswa harus mengerjakan, menerapkan, menyelesaikan persoalan, melakukan eksperimen, penyelidikan, penemuan,  pengamatan, simulasi dan sejenisnya.



 Learning to live together artinya belajar untuk hidup bersama; yang menjadi target dalam belajar adalah siswa memiliki kemampuan untuk hidup bersama atau mampu hidup dalam kelompok.  Learning to be  artinya belajar untuk menjadi; yang menjadi target belajar adalah mengantarkan siswa menjadi individu yang utuh sesuai dengan potensi, bakat, minat dan kemampuannya.



C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut dalam dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu faktor dalam diri siswa sendiri (intern) dan faktor dari luar diri siswa (ekstern). a. Faktor dari dalam diri siswa yang berpengaruh terhadap hasil belajar



diantaranya



adalah kecakapan, minat, bakat, usaha, motivasi, perhatian, kelemahan dan kesehatan, serta kebiasaan siswa. Setiap individu memiliki kecakapan (ability) yang berbeda beda. Kecakapan tersebut dapat dikelompokkan



berdasarkan



kecepatann



belajar;



yakni sangat cepat, sedang dan lambat. Demikian pula pengelompokan kemampuan siswa berdasarkan kemampuan penerimaan, misalnya proses pemahamannya harus dengan cara perantara visual, verbal, dan atau harus dibantu dengan alat / media.  b. Faktor dari luar diri siswa yang mempengaruhi hasil belajar diantaranya adalah lingkungan fisik dan nonfisik (termasuk suasana kelas dalam belajar, seperti riang gembira, menyenangkan), lingkungan sosial budaya, lingkungan keluarga, program sekolah (termasuk dukungan komite sekolah), guru, pelaksanaan pembelajaran, dan teman sekolah. Guru merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap proses maupun hasil belajar, sebab guru merupakan manajer atau sutradara dalam kelas.



Kegiatan Belajar 2 Karakteristik Proses Belajar Dan Tahapan Perkembangan Siswa Sekolah Dasar



Proses belajar merupakan suatu rangkaian kegiatan belajar dalam belajar, esensinya adalah rangkaian aktivitas yang dilakukan siswa dalam upaya mengubah prilaku yang dilakukan secara sadar melalui interaksi dengan lingkungan. Proses belajar mengajar di



sekolah sangat dipengaruhi oleh desain pelajaran maupun strategi yang diterapkan oleh guru dalam pembelajaran. Salah satu faktor yang dominan untuk dipertimbangkan dalam melakukan proses  belajar adalah pebelajar (siswa) itu sendiri. Siswa merupakan individu yang utuh sekaligus sebagai makhluk sosial yang memiliki potensi yang berbeda-beda. Berdasarkan teori  perkembangan setiap siswa memiliki tahapan perkembangan sesuai dengan tingkat usianya. Artinya setiap proses belajar yang ditempuh siswa harus berdasarkan pada fase  perkembangannya. Seperti telah dikemukakan, bahwa proses belajar merupakan rangkaian aktivitas siswa melalui pengalaman belajar (learning experience) untuk membentuk perilaku siswa.



A. Karakteristik Proses Belajar di Sekolah Dasar 1. Proses Belajar Berdasarkan Teori dan Tipe Belajar Belajar merupakan suatu kegiatan pemrosesan kognitif, keterampilan dan sikap. Pebelajar (siswa) sepenuhnya harus melakukan upaya mengubah perilaku melalui pengalaman, latihan maupun kegiatan-kegiatan lain yang dianggap efektif sebagai proses untuk mengubah perilaku. a. Teori Belajar Ada beberapa belajar yang dikaji sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan  proses belajar di Sekolah Dasar 1) Teori Belajar Displin Mental Karakteristik teori belajar ini menganut prinsip bahwa manusia memiliki sejumlah daya mental seperti daya untuk mengamati, menanggapi, mengingat, berpikir dan sebagainya yang dapat dilatih dan didisplinkan. Proses



belajar



berpikir,



mengamati dan mengingat dapat dilakukan siswa SD kelas rendah, yang meliputi a) belajar mengidentifikasi ciri-ciri karakteristik suatu benda atau kejadian, misalnya;



“menguraikan



atau



menjelaskan



ciri-ciri



tumbuhan



hijau”.



b)



menyebutkan kembali nama-nama ibu kota provinsi di Indonesia. Belajar itu sendiri merupakan upaya untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki individu. Potensi-potensi yang dimiliki individu dapat dikembangkan secara optimal melalui kegiatan belajar. 2) Teori Belajar Asosiasi Rumpun teori belajar ini identik dengan teori behaviorisme yang biasa disebut SR Bond. Teori belajar asosiasi ini berdasarkan pada perubahan tingkah laku yang



menekankan pola perilaku baru yang diulang-ulang sehingga menjadi yang otomatis. Dalam teori ini, belajar lebih mengutamakan



aktivitas



stimulus-respons



yang membetuk kemampuan siswa secara spesifik dan terkontrol. Hukuman ( punishment ) dan ganjaran (reward ) merupakan penguatan (reinforcement ) yang dipakai. Pelopor aliran ini diantaranya Edward L. Thorndike. 3) Teori Insight Menurut teori ini belajar adalah mengubah pemahaman siswa. Perubahan ini akan terjadi apabila siswa menggunakan lingkungan. Belajar adalah suatu proses yang  bersifat eksploratif, imajinatif, dan kreatif. Belajar selalu diarahkan untuk mengembangkan kemampuan tingkat tinggi yaitu berpikir tinggi. 4)



Teori belajar Gestalt Menurut teori belajar ini siswa merupakan individu yang utuh. Oleh karenanya,  belajar lebih mengutamakan keseluruhan, kemudia melihat bagian-bagiannya yang mengandung makna dan hubungan. Pembelajaran selalu diberikan dalam  bentuk problematik, aktual dan nyata (sedang terjadi saat ini maupun saat yang akan datang).



Siswa belajar melakukan pemecahan masalah (problem solving), melakukan penyelidikan (inquiry), melakukan penemuan (discovery) dan kajian (investigation). Dalam prakteknya penerapan teori belajar tersebut digunakan bercampur, tidak murni satu per satu.  b. Tipe Belajar Untuk mencapai proses dan hasil belajar yang optimal kita perlu mengenal beberapa tipe belajar yang dikemukakan Gagne (1970). Menurut Gagne ada 8 tipe belajar yang dapat dilakukan siswa, yaitu : 1)



Signal learning (belajar melalui isyarat) Belajar isyarat merupakan suatu tipe belajar yang dapat membentuk perilaku melalui sinyal atau isyarat sehingga terbentuk sikap tertentu, tetapi respons yang ditimbulkan dapat bersifat umum, tidak jelas bahkan emosional.



2. Stimulus-respon learning (belajar melalui rangsangan tindak balas). Belajar stimulus-respons  merupakan suatu tipe belajar yang dapat membentuk  perilaku melalui pengkondisian stimulus untuk menghasilkan suatu tindak-balas (respons). 3. Chaining learning (belajar melalui perangkaia



Belajar chaining  merupakan suatu tipe belajar yang dapat membentuk perilaku melalui beberapa stimulus-respons (S-R) yang berangkai; dalam bahasa contohnya “Ibu-Bapak”, “kampung-halaman”. Chaining contoh; dari pulang tugas mengajar,  buka sepatu, menyimpan tas, ganti baju, makan dan seterusnya. 4) Verbal association learning (belajar melalui perkaitan verbal) Belajar verbal association merupakan suatu tipe belajar yang dapat membentuk  perilaku melalui perkaitan verbal. Perkaitan ini bisa dimulai dari yang sederhana. 5)  Discrimination learning (belajar melalui membeda-bedakan) Tipe belajar ini dapat membentuk prilaku melalui proses membeda-bedakan objek yang abstrak maupun konkret. Sesuatu yang berkaitan dengan ruang, bentuk, 6) Concept learning (belajar melalui konsep) Tipe belajar ini dapat membentuk prilaku melalui pemahaman terhadap sesuatu  benda, peristiwa, kategori, golongan dan suatu kelompok. Yang dimaksud konsep itu sendiri adalah karakteristik, atribut atau definisi sesuatu objek. Konsep yang konkret dapat ditunjukkan bendanya sedangkan konsep yang abstrak adalah konsep menurut definisi. 7)  Rule learning (belajar melalui aturan-aturan) Tipe belajar ini dapat membentuk prilaku melalui aturan. Belajar melalui aturan merupakan proses belajar yang membentuk kemampuan siswa supaya memahami aturan-aturan dan mampu menerapkannya. Belajar melalui aturan berarti belajar melalui dalil-dalil, rumus-rumus, dan ketentuan. 8)  Problem solving learning (belajar melalui pemecahan masalah) Tipe belajar ini dapat membentuk prilaku melalui kegiatan pemecahan masalah. Tipe belajar ini merupakan belajar yang dapat membentuk siswa berpikir ilmiah dan kritis yang termasuk pada belajar yang menggunakan pemikiran atau intelektual tinggi. c. Hasil Belajar Hasil belajar merupakan kulminasi dari suatu proses yang telah dilakukan dalam  belajar. Kulminasi akan selalui diiringi dengan kegiatan tindak lanjut. Hasil belajar harus menunjukkan suatu perubahan tingkah laku atau perolehan perilaku yang baru dari siswa yang bersifat menetap, fungsional, positif, dan disadari. Bentuk perubahan tingkah



laku



harus



menyeluruh



secara



 perubahan tingkah laku seperti contoh di atas.



komperhensif



sehingga menunjukkan



Untuk melihat hasil belajar yang berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis dan ilmiah  pada siswa Sekolah Dasar, dapat dikaji proses maupun hasil berdasarkan : 1) kemampuan membaca, mengamati dan atau menyimak apa yang dijelaskan atau diinformasikan; 2) kemampuan mengindentifikasi atau membuat sejumlah (sub-sub) pertanyaan berdasarkan substansi yang dibaca, diamati dan atau didengar; 3) kemampuan mengorganisasi hasilhasil identifikasi dan mengkaji dari sudut persamaan dan perbedaan; dan 4) kemampuan melakukan kajian secara menyeluruh.



B. Tahapan Perkembangan Siswa Sekolah Dasar Siswa Sekolah Dasar merupakan individu unik yang memiliki karakteristik tertentu, bersifat khas dan spesifik. Pada dasarnya setiap siswa adalah individu yang  berkembang. Perkembangan siswa akan dinamis sepanjang hayat mulai dari kelahiran sampai akhir hayat. Dalam hal in pendidikan maupun pembelajaran sangat dominan memberikan kontribusi untuk membantu dan mengarahkan perkembangan siswa supaya menjadi positif dan optimal. Setiap siswa memiliki irama dan kecepatan perkembangan yang berbeda-beda dan bersifat individual. Perkembangan siswa Sekolah Dasar usia 6  –  12 tahun yang termasuk pada  perkembangan masa pertengahan (middle childhood ) memiliki fase-fase yang unik dalam  perkembangannya yang menggambarkan peristiwa penting bagi siswa yang bersangkutan. Tahapan perkembangan siswa dapat dilihat dari aspek perkembangan berikut. 1.



Perkembangan Fisik Perkembangan ini berkaitan dengan perkembangan berat, tinggi badan, dan  perkembangan motorik. Siswa pada tingkat Sekolah Dasar,



kemampuan



motoriknya



mulai lebih halus dan terarah (refined motor skills), tetapi berat badan siswa laki-laki lebih ramping daripada siswa perempuan karena masa adolesen perempuan lebih cepat daripada laki-laki. 2.



Perkembangan Sosial Perkembangan sosial siswa pada tingkat Sekolah Dasar sudah terasa ada pemisahan kelompok jenis kelamin ( separation of the sexs) sehingga dalam pengelompokkan, siswa lebih senang berkelompok berdasarkan jenis kelamin padahal kurang sesuai menurut kriteria pengelompokan belajar.



3. Perkembangan Bahasa Pada masa ini perkembangan bahasa siswa terus berlangsung secara dinamis. Dilihat dari cara siswa berkomunikasi menunjukkan bahwa mereka sudah mampu menggunakan  bahasa yang halus dan kompleks 4.



Perkembangan Kognitif Di Sekolah Dasar siswa diajarkan berbagai disiplin ilmu bahkan cara-cara belajar baik yang berorientasi pada peningkatan berpikir logis maupun kemampuan manipulatif. Siswa dapat melihat beberapa faktor dan mengkombinasikannya dengan berbagai cara untuk mecapai hasil yang sama. Perkembangan kognitif pada siswa Sekolah Dasar berlangsung secara dinamis. Untuk menumbuhkembangkan kemampuan kognitif dalam fase konkret operasional pada siswa Sekolah Dasar, acuannya adalah terbentuknya hubungan-hubungan logis di antara konsepkonsep atau skema-skema. Piaget mengemukakan bahwa pada usia Sekolah Dasar siswa akan memiliki kemampuan  berpikir operasional konkret (concrete operation) yang disebut sebagai masa performing operation.



5. Perkembangan Moral Perkembangan moral yang harus dimiliki siswa Sekolah Dasar adalah kemampuan  bertindak menjadi orang baik. Tindakan yang dilakukan selalu berorientasi pada orang lain yang dianggap berbuat baik. Bahkan siswa akan melakukan tindakan yang baik apabila orang lain merasa senang. 6. Perkembangan Eksresif Pola perkembangan ekspresif siswa Sekolah Dasar dapat dilihat dari kegiatan ungkapan  bermain dan kegiatan seni (art)  . Siswa Sekolah Dasar sudah menyadari aturan dari suatu  permainan, bahkan siswa pada usia itu sudah mulai membina hobinya. 7.



Aspek-aspek Intelegensi Dalam psikologi, teori Gardner (Utami Munandar, 1999; 265) membedakan jenis intelegensi. Dalam kehidupan sehari-hari itu tidak berfungsi dalam bentuk murni tetapi setiap individu memiliki campuran yang unik dari ketujuh intelegensi tersebut. Aspekaspek intelegensi tersebut dapat ditumbuhkembangkan pada setiap siswa. Aspek intelegensi tersebut diantaranya adalah : a.



 Intelegensi linguistik , yaitu suatu kemampuan untuk menggunakan bahasa, termasuk kepekaan terhadap suara, ritme, makna kata-kata, dan kegunaan fungsi-fungsi  bahasa.



 b.  Intelegensi logis-matematis, yaitu kemampuan untuk menjajaki pola-pola, kategori, dan hubungan-hubungan dengan manipulasi objek-objek atau simbol-simbol, dan kepekaan kemampuan berpikir logis. c.



 Intelegensi



spasial ,



yaitu kemampuan



untuk



mengamati secara



mental,



memanipulasi bentuk dan objek; atau kemampuan mempersepsi dunia ruang visual secara akurat dan melakukan transformasi persepsi tersebut. d.  Intelegensi musik,  yaitu kemampuan untuk menikmati, mempertunjukkan atau mengubah musik termasuk kemampuan menghasilkan dan mengekpresikan ritme nada dan bentuk-bentuk ekspresi musik. e.



 Intelegensi fisik-kinestetik, 



yaitu kemampuan untuk menggunakan keterampilan



motorik halus dan kasar dan halus dalam olah raga seni dan produk-produk seni  pertunjukan serta keterampilan meliputi kemampuan mengontrol gerakan tubuh dan menangani objek-objek secara terampil. f.



 Intelegensi intrapribadi, yaitu kemampuan untuk memperoleh akses terhadap  pemahaman perasaan, impian dan gagasan-gagasan diri sendiri, dan memahami kekuatan maupun kelemahan diri sendiri.



g.  Intelegensi interpribadi, yaitu suatu kemampuan untuk mengamati dan merespons suasana hati, temperamen, dan motivasi orang lain, serta memahami hubungan dengan orang lain. 8.



Aspek Kebutuhan Siswa Selain aspek perkembangan siswa yang telah dikemukakan di atas juga perlu dipertimbangkan aspek kebutuhan siswa sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan materi apa yang akan dipelajari siswa. Secara umum ada dua kebutuhan siswa : 1) psiko biologis yang dinyatakan dalam keinginan, minat, tujuan, harapan dan masalahnya; 2) sosial yang berkaitan dengan tuntutan lingkungan masyarakat, biasanya menurut  pandangan orang dewasa.



MODUL 3 MODEL-MODEL BELAJAR DAN RUMPUN MODEL MENGAJAR Kegiatan belajar 1 Model model pembelajaran Belajar kolaboratif adalah suatu kegiatan belajar antara dua orang atau lebih yang dilakukan secara bekerja sama dalam suatu kelompok untuk memecahkan suatu masalah guna mencapai tujuan tertentu. Inti dari belajar kolaboratif yatu adanya kerja sama antara dua orang siswa atau lebih, memecahkan masalah secara bersama-sama, dan adanya tujuan yang ingin dicapai.



Ada dua unsur penting dalam belajar kolaboratif yaitu tujuan yang sama dan rasa ketergantungan yang positif antar anggota kelompok. Oleh karena itu untuk mencapai tujuantertentu setiap siswa harus mempunyai rasa ketergantungan yang positif maksudnya setiap anggota kelompok akan berhasil mencapai tujuan apabila seluruh anggotanya bekerja sama



Kegiatan belajar 2 Rumpun model mengajar A.



Rumpun Model Sosial



1. Partner dalam Belajar Membantu pelajar bekerja secara efektif, dan membuat pelajar belajar secara lintas bidang studi dalam suatu kurikulum, mengembangkan rasa solidaritas serta untuk memperoleh informasi dan keterampilan melalui inkuiri dari suatu akademik. 2. Investigasi Kelompok Investigasi



kelompok



menekankan



rencana



pada



pengaturan



kelas



umum



atau



konvensional. Rencana tersebut meliputi pendalaman materi terpadu secara kelompok, diskusi, dan perencanaan proyek. 3.



Bermain Peran Bermain peran itu adalah guru mengajak siswa untuk memahami prilaku sosial,  peranannya dalam interaksi sosial dengan cara-cara yang lebih efektif atau membuat  pelajar menorganisasikan informasi isu-isu sosial.



4.



Inkuiri Yurispedensi Inkuiri Yurispedensi ini mengajak pelajar berpikir atas isu-isu sosial



mengenai



masyarakat suatu Negara, di tingkat nasional maupun internasional. Tujuan model ini untuk mempelajari kasus  –  kasus yang ada kemudian dikaitkan dengan kebijakankebijakan public. 5. Keperibadian dan Gaya Belajar Dalam model ini dikemukakan adanya gaya belajar pebelajar dan seorang guru harus yakin bahwa semua dapat dikembangkan, perkembangan dapat terjadi secara optimal apabila lingkungan menyediakan cara kerja secara konseptual. 6. Inkuiri social Model ini dirancang untuk mengajarkan informasi, konsep-konsep, cara berfikir, studi tentang nilai-nilai sosial dengan menghubungkan aspek konitif dan sosial B.



Rumpun Model Pemrosesan Informasi 1.



Berpikir Positif Model ini adalah cara belajar untuk mendapatkan dan mengorganisasikan informasi serta menciptakan dan menguji hipotesis yang mendiskripsikan hubungan di antara serangkaian data



2. Pencapaian Konsep Model ini adalah cara berpikir yang efektif untuk penyajian informasi yang terorganisasi dan topik-topik yang berskala luas kepada pebelajar pada setiap tahap  perkembangan. 3.



Inkuiri Ilmiah Model belajar yang membawa pebelajar ke proses ilmiah dan dibantu mengumpulkan dan menganalisis data, meengecek hipotesis dan teori serta mencerminkan hakikat  pembentukan pengetahuan.



4.



Latihan Inkuiri Yaitu model yang memberikan rancangan untuk mengajar pebelajar menghubungkan alasan sebab akibat dan menjadi lebih baik serta tepat dalam mengajukan pertanyaan, membentuk konsep, dan hipotesis serta mengujinya.



5. Memonik Merupakan strategi untuk mengingat dan mengasimilasi informasi.



6. Sinektika Yaitu model yang dirancang untuk membantu pebelajar memecahkan masalah dan menulis kegiatan-kegiatan serta menambahkan pandangan-pandangan baru pada topiktopik dari suat bidang ilmu yang luas. 7.Pengorganisasi awal Model yang dirancang untuk memberikan struktur kognitif kepada pebelajar untuk memahami materi melalui kuliah, membaca, dan media yang lain. 8.Penyesuaian dengan Pebelajar Yaitu model yang membantu menyesuaikan pembelajaran pada suat tahap kematangan pebelajar secara individual dan merancang serta meningkatkan  perkembangan pebelajar. C. Rumpun Model Personal 1. Pengajaran Nondirektif Yaitu model yang menekankan kerja sama antara guru dan murid. 2. Peningkatan harga diri Yaitu model yang digunakan untuk membimbing suat program dalam hal rasa harga diri dan kemampuan aktualisasi diri. D. Rumpun Model Sistem Perilaku 1.Belajar tuntas dan pembelajaran terprogram Yaitu suat model pembelajaran yang mempelajari materi yang dipecah menjadi unitunit dari yang sederhana hingga ke yang kompleks. Materi tersebut dipelajari hingga tuntas. 2.Pembelajaran langsung Yaitu suat model pembelajaran yang disusun dari studi tentang perbedaan antara guru mengajar yang lebih efektif dan kurang efektif serta dari teori belajar sosial. 3.Belajar melalui simulasi : latihan dan latihan mandiri Yaitu model pembelajaran yang menggabungkan informasi tentang keterampilan dengan demonstrasi, praktik, balikan, dan dikuasai.



latihan



sampai



suatu



keterampilan



Modul 4 Prosedur pembelajaran



Kegiatan belajar 1 Kegiatan pra dan awal pembelajaran



Keberhasilan proses pembelajaran di antaranya sangat di pengaruhi oleh kegiatan  pendahuluan pembelajaran adalah alat untuk menciptakan awal pembelajaran yang efektif sehingga siswa siap secara penuh dalam mengikuti kegiatan inti dalam pembelajaran. Pembelajaran adalah sebagai berikut : a. Kegiatan pembelajaran 



Menciptakan sikap dan suasana kelas yang menarik







Memeriksa kehadiran siswa







Menciptakan kesiapan belajar siswa







Membantu atau membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas/sumber belajar yang diperlukan dalam kegiatan belajar.







Menciptkan kondisi belajar untuk meningkatkan peratian siswa dalam belajar







Menunjukkan minat dan penuh semangat yang tinggi dalam mengajar







Mengontrol seluruh aktivitas siswa mulai dari awal sampai akhir pembelajaran







Menggunakan berbagai media pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran dan minat siswa







Mengembangkan kegiatan belajar yang memungkinkan siswa dapat melakukannya







Menciptakan suasana belajar yang demokratis



 b. Kegitan awal pembelajaran Menimbulkan motivasi dan perhatian siswa Memberi acuan memberitahukan tujuan yang diharapkan atau garis besar materi yang dipelajari menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh siswa Membuat kaitan Mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya Menunjukkan manfaaat materi yang dipelajari Meminta siswa mengemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas Melaksanakan tes awal



Kegiatan belajar 2 Kegiatan inti dalam pembelajaran Adalah peranan penting dalam rangka mencapai tujuan yang telah di tetapkan dalam kurikulum kegiatan inti pembelajaran di arahkan pada peroses pembelajaran hendaknya melibatkan siswa sebnyak mungkin, yang memenuhi kebutuhan siswa baik secara individual maupun perkelompok untuk itu kegiatan inti hendaknya merupakan kegiatan yang bervariasi. 1. Pembahasan materi pelajaran dalam pembelajaran klasikal a. Prinsip-prinsip pembelajaran klasikal 



Sistematis







Perhatian dan aktivitas







Media pembalajaran







Latihan atau penugasan



 b. Kegiatan inti dalam pembelajaran klasikal 



Menyajikan bahan pelajaran dengan ceramah bervariasi







Melakukan asosiasi dan memberikan ilustrasi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran yang lain dengan cara menghubungkan atau mengaitkan materi yang sedang dipelajari dengan situasi nyata atau dengan bahan  pelajaran yang lain atau dengan pelajaran yang menggambarkan sebab akibat.



2. Pembahasan materi pelajaran dalam pembelajaran kelompok a. Prinsip-prinsip pembelajaran kelompok  Adanya topik dan permasalahan  Pembentukan kelompok  Kerja sama  Perhatian’  Motivasi  Sumber belajar dan fasilitas  Latihan dan tugas



 b. Kegiatan inti dalam pembelajaran kelompok 



Merumuskan masalah berdasarkan topik pembahasan dan tujuan pembelajaran







Mengidentifikasi masalah atau sub-sub masalah berdasarkan permasalahan yang telah dirumuskan







Analisis masalah berdasarkan sub-sub masalah.







Menyusun laporan oleh masing-masing kelompok







Presentasi kelompok atau melaporkan hasil diskusi kelompok kecil pada seluruh kelompok dilanjutkan diskusi kelas yang langsung dibimbing oleh guru.



3. Pembahasan materi pembelajaran dalan pembelajaran perseorangan a. Menjelaskan secara singkat tentang materi pelajaran yang akan ditugaskan atau yang akan dilatihkan kepada siswa  b. Memberikan lembaran kerja atau tugas c. Memantau dan menilai kegiatan siswa



Kegiatan pembelajaran 3 Kegiatan akhir dan tindaklanjut pembelajaran Kegiatan ini di lakukan untuk meyakinkan guru terhadap penguasaan kompetensi oleh siswa dan upaya pemantapan penguasaan kompetensi yang di harapkan kegiatan ini harus di laksanakan secara sistem matis,efektif,efisien,dan fleksibel.kegiatan yang dapat di laksanakan dalam kegiatan akhir pembelajaran adalah : 1. Meninjau kembali penguasaan siswa 2. Melaksanakan penilaian Kegiatan tidak lanjut yang dapat di lakukan guru : 1. Memberikan tugas atau latihan” 2. Menjelaskan kembali bahan ajaran yang belum di kuasai 3. Menugaskan membacakan materi yang tertentu 4. Memberikan motivasi atau bimbingan belajar 5. Mengungkapkan topik bahasan yang akan datang



MODUL 5 PEMILIHAN METODE MENGAJAR Kegiatan belajar 1 Hakikat dan faktor-faktor dalam pemilihan metode mengajar Pembelajaran merupakan kegiatan yang bertujuan melibatkan aktivitas siswa dan guru. Untuk mencapai tujuan tersebut deperlukan metode sebagai alternatif, sehingga dalam mencapai tujuan dapat maksimal. Metode mengajar yang digunakan haruslah bervariatif sehingga tidak menimbulkan kejenuhan aktivitas dalam proses pembelajaran. A. Hakikat Metode Mengajar dalam Pembelajaran Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus dihunakan dalam  pembelajaran karena untuk mencapai tujuan pembelajaran maupun dalam upaya membentuk kemampuan siswa. Prinsip meode mengajar yang berkaitan dengan faktor perkembangan siswa yaitu: 1.Dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa. 2. Dapat memberikan peluang untuk berekspresi dalam aspek seni. 3. Dapat memungkinkan siswa belajar memecahkan masalah. 4. Dapat menimbulkan rasa ingin tahu siswa untuk mengiji kebenaran. 5. Memungkunkan siswa untuk melakukan penemuan. 6. Memungkinkan siswa mampu menyimak. 7. Memungkinkan siswa belajar mandiri. 8.Memungkinkan siswa belajar bersama. 9.Memungkinkan siswa untuk lebih termotivasi dalam belajarnya. Fungsi-fungsi penggunaan metode ditinjau dari segi prosesnya, yaitu: 1) Sebagai alat atau cara. 2) Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh siswa dan guru. 3) Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan penilaian. 4) Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan bimbingan. B. Faktor-Faktor yang perlu diperhatikan dalam Pemilihan metode Mengajar 1.Tujuan Pembelajaran atau kompetensi Siswa Tujuan pembelajaran merupakan pernyataan yang diharapkan dapat diketahui , disikapi, dan atau dilakukan siswa seetelah mengikuti pembelajaran. Tujuan institusional adalah tujuan yang ingin dicapai oleh suatu lembaga pendidikan. Tujuan bidang studi adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu mata pelajaran. Tujuan pembelajaran (instruksional) adalah tujuan yang harus dicapai dalah suatu pokok bahasan tertentu. Taxonomy Bloom menguraikan tentang tujuan yang bersifat khusus, yang sering mencakup 3 ranah, yaitu: 1) Kognitif a) Pengetahuan, kemampuan mengetahui, mengingat.  b) Pemahaman, kemampuan menerjemahkan, memahami. c) Penerapan, kemampuan mengerjakan, membuat.