8.2.2.7 SK Peresepan Psikotropika Dan Narkotika [PDF]

  • 0 0 0
  • Suka dengan makalah ini dan mengunduhnya? Anda bisa menerbitkan file PDF Anda sendiri secara online secara gratis dalam beberapa menit saja! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

PEMERINTAH KOTA SAMARINDA DINAS KESEHATAN KOTA UPT PUSKESMAS SEMPAJA Jalan KH. Wahid Hasyim, Telp. (0541) 220347 Samarinda KEPUTUSAN KEPALA UPTD PUSKESMAS SEMPAJA NOMOR: ...../....../ KAPUS/ 2016 TENTANG PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA



KEPALA UPT PUSKESMAS SEMPAJA



Menimbang



: a. bahwa dalam rangka rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di Puskesmas Sempaja, perlu adanya pengaturan terhadap peresepan obat psikotropika dan narkotika b. bahwa sehubungan dengan pernyataan butir a di atas, untuk menjamin penggunaan Obat psikotropika dan narkotika tidak disalahgunakan perlu diatur cara peresepan obat psikotropika narkotika di Puskesmas Sempaja ; c. bahwa sehubungan dengan pernyataan pada butir a dan b tersebut diatas, perlu menetapkan Keputusan Kepala UPT. Puskesmas Sempaja tentang Peresepan Obat Psikotropika dan narkotika di Puskesmas Sempaja;



Mengingat



: 1.



Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dan UndangUndang Nomor 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran;



2. Undang-Undang No 5 Tahun 1997 tentang psikotropika ( Lembaran Negara Repuplik Indonesia Tahun 1997 Nomor 10, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3671 ) 3. Peraturan Menteri Kesehatan No 9 Tahun 2015 Tentang Perubahan Penggolongan Psikotropika 4. Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika ( Lembaran Negara Repuplik Indonesia Tahun 2009 Nomor 143, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5062 ) 5.



Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2015;



6.



Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 13 TAHUN 2009 Tentang Pedoman Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Dengan Partisipasi Masyarakat;



7.



Peraturan Menteri Kesehatan No.1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit;



8.



Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Akreditasi Puskesmas;



9.



Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Peredaran , Penyimpanan, Pemusnahan, dam Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan prekusor Farmasi



10.



Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128/Men.Kes/SK/II/ 2004 tentang



Kebijakan Dasar Puskesmas;



MEMUTUSKAN : Menetapkan



: KEPUTUSAN KEPALA PUSKESMAS PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA



SEMPAJA



KESATU



: Menentukan Jenis golongan obat psikotropika narkotika di Puskesmas Sempaja



KEDUA



: Menetapkan peresepan obat psikotropika dan narkotika sebagaimana terlampir dalam surat keputusan ini



KEEMPAT



: Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan



Ditetapkan di pada Tanggal



TENTANG



: :



PERESEPAN



OBAT



Sempaja 2017



KEPALA PUSKESMAS SEMPAJA



KEPALA PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT KECAMATAN CILANDAK KOTA ADMINISTRASI JAKARTA SELATAN



LAMPIRAN I : Keputusan Kepala Puskesmas Sempaja Nomor : IK-UKP-00 Tanggal



: PERESEPAN OBAT PSIKOTROPIKA DAN NARKOTIKA



Peresepan adalah proses pesanan atau permintaan obat tertulis dari dokter, dokter gigi dan dokter spesialis kepada unit penunjang obat yang ada Apoteker dan mempunyai legalitas, dan pemberian obat psikotropika dan tropika hanya dapat dilakukan apabila : 1.



Peresepan obat psikotropika narkotika hanya boleh ditulis oleh dokter / dokter gigi / dokter spesialis



2.



Resep merupakan resep asli dan ditangani langsung oleh dokter pemeriksa/pemberi resep



3.



jika tidak ditandatangani resep bisa ditolak atau konfirmasi ke dokter yang menulis resep



4.



Resep yang ditulis harus jelas, baik jenisnya, jumlahnya dan cara penggunaannya



5.



Resep psikotropika diberi garis merah dibawah nama obat, dan obat narkotika diberi garis biru dibawah nama resep obat dan ditandatangani sejajar garis merah atau biru



6.



Resep ditulis nama pasien dan alamat pasien yang lengkap



7.



Resep yang berisi obat psikotropika narkotika disimpan dalam lemari obat , menjadi satu dengan obat psikotropika, dalam keadaan terkunci



Obat narkotika menurut Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 ada 3 golongan narkotika : a.



Golongan I : hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan Misalnya: Opium, Heroin, kokain dll yang tercantum dalam daftar narkotik golongan I



2.



Golongan II :berkhasiat pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi Misalnya: Metadone, Morfin, Petidin dll yang tercantum dalam daftar narkotik golongan II



3.



Golongan III : narkotika yang berkhasiat pengobatan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan /atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan, yang masuk dalam golongan ini adalah : Kodein , Garam-garam narkotika dalam golongan ini



4.



Golongan dan jenis prekursor - Tabel I : efedrin, ergometrin, ergotamine, potassium permanganant, pseudoefedrin dll yang ada di tabel I



5.



Tabel II : Acetone, ethil ether, piperidine, sulphuric acid dll yang ada di tabel II



Obat psikofarmaka menurut DOEN psikofarmaka 2002 penggolongan obat terdiri dari: a.Antianxientas dan anti Insomnia - Diazepam b. Antidepresi dan anti mania - Amitriptiline Hcl - Litium Karbonat c. Antiobsesif kompulsif dan antipanik - Klomamin Hcl d. Antipsikosis - Flufenazin dekanoat - Haloperidol - Klorpromazine Hcl - Perfenazine Hcl - Risperidon - Sulpirid - Trifluperazine



6.



7.



Daftar psikotropika golongan III ( UU RI no.5 tahun 1997 ) - Pentobarbital, amobarbital dll yang tercantum dalam daftar psikotropik golongan III



Daftar psikotropik golongan IV ( UU RI no.5 tahun 1997 ) - Alprazolan barbital, diazapam, clobazam



KEPALA PUSKESMAS SEMPAJA



Aprilia Lailati