SP Bunuh Diri (Kelompok 1) Risiko Bunuh Diri [PDF]

  • 0 0 0
  • Suka dengan makalah ini dan mengunduhnya? Anda bisa menerbitkan file PDF Anda sendiri secara online secara gratis dalam beberapa menit saja! Sign Up
File loading please wait...
Citation preview

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA 2 “STRATEGI PELAKSANAAN BUNUH DIRI” Dosen Pengampu : Nurul Sri Wahyuni, S.Kep., Ns., M.Kes.



Disusun Oleh: Kelompok 1 NAMA Aji Nur Eka Saputra Niz. Hukma S. Ayu Puput Budi Kumala Novanda Aulia Ersanti Nova Endah Dwi Indrayanti



NIM 18631723 18631703 18631674 18631669 18631662



PRODI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONOROGO 2021



STRATEGI PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN RISIKO BUNUH DIRI .



Pengkajian Bunuh diri merupakan tindakan yang secara sadar dilakukan oleh pasien untuk mengakhiri kehidupannya. Berdasarkan besarnya kemungkinan pasien melakukan bunuh diri, kita mengenal tiga macam perilaku bunuh diri, yaitu: 1. Isyarat bunuh diri Isyarat bunuh diri ditunjukkan dengan berperilaku secara tidak langsung ingin bunuh diri, misalnya dengan mengatakan: “Tolong jaga anak-anak karena saya akan pergi jauh!” atau “Segala sesuatu akan lebih baik tanpa saya.” Pada kondisi ini pasien mungkin sudah memiliki ide untuk mengakhiri hidupnya, namun tidak disertai dengan ancaman dan percobaan bunuh diri. Pasien umumnya mengungkapkan perasaan seperti rasa bersalah / sedih / marah / putus asa / tidak berdaya. Pasien juga mengungkapkan hal-hal negatif tentang diri sendiri yang menggambarkan harga diri rendah. 2. Ancaman bunuh diri Ancaman bunuh diri umumnya diucapkan oleh pasien, berisi keinginan untuk mati disertai dengan rencana untuk mengakhiri kehidupan dan persiapan alat untuk melaksanakan rencana tersebut. Secara aktif pasien telah memikirkan rencana bunuh diri, namun tidak disertai dengan percobaan bunuh diri. Walaupun dalam kondisi ini pasien belum pernah mencoba bunuh diri, pengawasan ketat harus dilakukan. Kesempatan sedikit saja dapat dimanfaatkan pasien untuk melaksanakan rencana bunuh dirinya. 3. Percobaan bunuh diri Percobaan bunuh diri adalah tindakan pasien mencederai atau melukai diri untuk mengakhiri kehidupannya. Pada kondisi ini, pasien



aktif



mencoba bunuh diri dengan cara gantung diri, minum racun, memotong urat nadi, atau menjatuhkan diri dari tempat yang tinggi. Berdasarkan jenis-jenis bunuh diri diatas dapat dilihat data-data yang harus dikaji pada tiap jenisnya. Setelah melakukan pengkajian, kita dapat merumuskan diagnosa keperawatan berdasarkan tingkat risiko dilakukannya bunuh diri (lihat pembagian tiga macam perilaku bunuh diri pada halaman sebelumnya). Jika ditemukan data bahwa pasien menunjukkan isyarat bunuh diri, masalah keperawatan yang mungkin muncul adalah: Harga diri rendah. Bila saudara telah merumuskan masalah ini, maka tindakan keperawatan yang paling utama dilakukan adalah meningkatkan harga diri pasien (selengkapnya lihat modul harga diri rendah). .



Diagnosa Keperawatan Jika ditemukan data bahwa pasien memberikan ancaman atau mencoba bunuh diri, masalah keperawatan yang mungkin muncul : Risiko bunuh diri Bila saudara telah merumuskan masalah ini, maka saudara perlu segera melakukan tindakan keperawatan untuk melindungi pasien. B. Tindakan Keperawatan Ancaman/percobaan bunuh diri dengan diagnosa keperawatan : Risiko Bunuh Diri 1. Tindakan keperawatan untuk pasien percobaan bunuh diri a. Tujuan



: Pasien tetap aman dan selamat



b. Tindakan



: Melindungi pasien



Untuk melindungi pasien yang mengancam atau mencoba bunuh diri, maka kita dapat melakukan tindakan berikut: 1) Menemani pasien terus-menerus sampai dia dapat dipindahkan ketempat yang aman 2) Menjauhkan semua benda yang berbahaya (misalnya pisau, silet, gelas, tali pinggang)



3) Memeriksa apakah pasien benar-benar telah meminum obatnya, jika pasien mendapatkan obat 4) Dengan lembut menjelaskan pada pasien bahwa saudara akan melindungi pasien sampai tidak ada keinginan bunuh diri SP 1 Pasien Percakapan untuk melindungi pasien dari percobaan bunuh diri ORIENTASI ”Assalamu’alaikum Farhan kenalkan saya adalah perawat Ayu yang bertugas di ruang Melati ini, saya dinas pagi dari jam 7 pagi sampai 2 siang.” ”Bagaimana perasaan Farhan hari ini?” “Bagaimana kalau kita membicarakan tentang apa yang Farhan rasakan selama ini. Dimana kita akan berbicara dan berapa lama waktu yang akan kita bicara?” KERJA “Bagaimana perasaan Farhan setelah bencana ini terjadi? Apakah dengan bencana ini Farhan merasa paling menderita di dunia ini? Apakah Farhan kehilangan kepercayaan diri? Apakah Farhan merasa tidak berharga atau bahkan lebih rendah daripada orang lain? Apakah Farhan merasa bersalah atau mempersalahkan diri sendiri? Apakah Farha sering mengalami kesulitan berkonsentrasi? Apakah Farhan berniat untuk menyakiti diri sendiri, ingin bunuh diri atau berharap bahwa Farhan mati/meninggal? Apakah Farhan pernah mencoba untuk bunuh diri? Apa sebabnya, bagaimana caranya? Apa yang Farhan rasakan?” Jika pasien telah menyampaikan ide bunuh dirinya, segera dilanjutkan dengan tindakan keperawatan untuk melindungi pasien, misalnya dengan mengatakan: “Baiklah, tampaknya Farhan membutuhkan pertolongan segera karena ada keinginan untuk mengakhiri hidupnya”. ”Saya perlu memeriksa seluruh isi kamar Farhan ini untuk memastikan tidak ada bendabenda yang membahayakan.” ”Nah, Karena Farhan tampaknya masih memiliki keinginan yang kuat untuk mengakhiri hidup Farhan, maka saya tidak akan membiarkan Farhan untuk sendirian.”



”Apa yang Farhan lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul ? Kalau keinginan itu muncul, maka untuk mengatasinya Farhan harus langsung minta bantuan kepada perawat di ruangan ini dan juga keluarga atau teman yang sedang besuk. Jadi Farhan jangan sendirian ya, katakan pada perawat, keluarga atau teman jika ada dorongan untuk mengakhiri kehidupan”. ”Saya percaya Farhan dapat mengatasi masalah, OK Farhan?” TERMINASI ”Bagaimana perasaan Farhan sekarang setelah mengetahui cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri?” ”Coba Farhan sebutkan lagi cara tersebut” ”Saya akan menemani Farhan terus sampai keinginan bunuh diri hilang” ( jangan meninggalkan pasien ) 2. Tindakan keperawatan untuk keluarga dengan pasien percobaan bunuh diri a. Tujuan: Keluarga berperan serta melindungi anggota keluarga yang mengancam atau mencoba bunuh diri b. Tindakan: 1) Menganjurkan keluarga untuk ikut mengawasi pasien serta jangan pernah meninggalkan pasien sendirian 2) Menganjurkan keluarga untuk membantu perawat menjauhi barang-barang berbahaya disekitar pasien 3) Mendiskusikan dengan keluarga ja untuk tidak sering melamun sendiri 4) Menjelaskan kepada keluarga pentingnya pasien minum obat secara teratu



SP 2 Keluarga Percakapan dengan keluarga untuk melindungi pasien yang mencoba bunuh diri ORIENTASI ”Assalamu’alaikum Bapak/Ibu, kenalkan saya Ayu yang merawat putra bapak dan ibu di rumah sakit ini”. ”Bagaimana kalau kita membicarakan tentang cara menjaga agar Farhan tetap selamat dan tidak melukai dirinya sendiri. Bagaimana kalau disini saja kita bicaranya Pak/Bu?”Sambil kita awasi terus Farhan. KERJA ”Bapak/Ibu, Farhan sedang mengalami putus asa yang berat karena kehilangan sahabat karibnya akibat bencana yang lalu, sehingga sekarang Farhan selalu ingin mengakhiri hidupnya. Karena kondisi Farhan yang dapat mengakiri kehidupannya sewaktu-waktu, kita semua perlu mengawasi Farhan terusmenerus. Bapak/Ibu dapat ikut mengawasi ya. Pokoknya kalau dalam kondisi serius seperti ini Farhan tidak boleh ditinggal sendirian sedikitpun.” ”Bapak/Ibu bisa bantu saya untuk mengamankan barang-barang yang dapat digunakan Farhan untuk bunuh diri, seperti tali tambang, pisau, silet, tali pinggang. Semua barang-barang tersebut tidak boleh ada disekitar Farhan”. ”Selain itu, jika bicara dengan Farhan fokus pada hal-hal positif, hindarkan pernyataan negatif.” ”Selain itu sebaiknya Farhan punya kegiatan positif seperti melakukan hobynya bermain sepak bola, dll supaya tidak sempat melamun sendirian.” TERMINASI ”Bagaimana perasaan bapak dan ibu setelah mengetahui cara mengatasi perasaan ingin bunuh diri?” ”Coba bapak dan ibu sebutkan lagi cara tersebut”Baik, mari sama-sama kita temani Farhan, sampai keinginan bunuh dirinya hilang.



Isyarat Bunuh Diri dengan diagnosa: Harga Diri Rendah 1. Tindakan keperawatan untuk pasien isyarat bunuh diri a. Tujuan: 1) Pasien mendapat perlindungan dari lingkungannya 2) Pasien dapat mengungkapkan perasaanya 3) Pasien dapat meningkatkan harga dirinya 4) Pasien dapat menggunakan cara penyelesaian masalah yang baik b. Tindakan keperawatan 1) Mendiskusikan tentang cara mengatasi keinginan bunuh diri, yaitu dengan meminta bantuan dari keluarga atau teman. 2) Meningkatkan harga diri pasien, dengan cara: a) Memberi kesempatan pasien mengungkapkan perasaannya. b) Berikan pujian bila pasien dapat mengatakan perasaan yang positif. c) Meyakinkan



pasien



bahwa



dirinya



penting



Membicarakan tentang keadaan yang sepatutnya disyukuri oleh pasien d) Merencanakan aktifitas yang dapat pasien lakukan 3) Meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah, dengan cara: a) Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan masalahnya b) Mendiskusikan dengan pasien efektifitas masing-masing cara penyelesaian masalah c) Mendiskusikan dengan pasien cara menyelesaikan masalah yang lebih baik SP 2 Pasien Percakapan melindungi pasien dari isyarat bunuh diri ORIENTASI ”Assalamu’alaikum B!, masih ingat dengan saya kan?Bagaimana perasaan B hari ini? Oh... jadi B merasa tidak perlu lagi hidup di dunia ini. Apakah B ada perasaan ingin bunuh diri? Baiklah kalau begitu, hari ini kita akan membahas



tentang bagaimana cara mengatasi keinginan bunuh diri. Mau berapa lama? Dimana?”Disini saja yah! KERJA “Baiklah, tampaknya B membutuhkan pertolongan segera karena ada keinginan untuk mengakhiri hidup”. ”Saya perlu memeriksa seluruh isi kamar B ini untuk memastikan tidak ada benda-benda yang membahayakan B.” ”Nah B, karena B tampaknya masih memiliki keinginan yang kuat untuk mengakhiri hidup B, maka saya tidak akan membiarkan B sendiri.” ”Apa yang B lakukan kalau keinginan bunuh diri muncul ? Kalau keinginan itu muncul, maka untuk mengatasinya B harus langsung minta bantuan kepada perawat atau keluarga dan teman yang sedang besuk. Jadi usahakan B jangan pernah sendirian ya..” TERMINASI “Bagaimana perasaan B setelah kita bercakap-cakap? Bisa sebutkan kembali apa yang telah kita bicarakan tadi? Bagus B. Bagimana Masih ada dorongan untuk bunuh diri? Kalau masih ada perasaan / dorongan bunuh diri, tolong panggil segera saya atau perawat yang lain. Kalau sudah tidak ada keinginan bunh diri saya akan ketemu B lagi, untuk membicarakan cara meninngkatkan harga diri setengah jam lagi dan disini saja. SP 3 Pasien Percakapan untuk meningkatkan harga diri pasien isyarat bunuh diri ORIENTASI “Assalamu’alaikum B! Bagaimana perasaan B saat ini? Masih adakah dorongan mengakhiri kehidupan? Baik, sesuai janji kita dua jam yang lalu sekarang kita akan membahas tentang rasa syukur atas pemberian Tuhan yang masih B miliki. Mau berapa lama? Dimana?” KERJA Apa saja dalam hidup B yang perlu disyukuri, siapa saja kira-kira yang sedih dan rugi kalau B meninggal. Coba B ceritakan hal-hal yang baik dalam kehidupan B.



Keadaan yang bagaimana yang membuat B merasa puas? Bagus. Ternyata kehidupan B masih ada yang baik yang patut B syukuri. Coba B sebutkan kegiatan apa yang masih dapat B lakukan selama ini”.Bagaimana kalau B mencoba melakukan kegiatan tersebut, Mari kita latih.” TERMINASI “Bagaimana perasaan B setelah kita bercakap-cakap? Bisa sebutkan kembali apa-apa saja yang B patut syukuri dalam hidup B? Ingat dan ucapkan hal-hal yang baik dalam kehidupan B jika terjadi dorongan mengakhiri kehidupan (affirmasi). Bagus B. Coba B ingat-ingat lagi hal-hal lain yang masih B miliki dan perlu disyukuri! Nanti jam 12 kita bahas tentang cara mengatasi masalah dengan baik. Tempatnya dimana? Baiklah. Tapi kalau ada perasaan-perasaan yang tidak terkendali segera hubungi saya ya!” SP 4 Pasien Berikut ini percakapan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pada pasien isyarat bunuh diri ORIENTASI ”Assalamu’alaikum, B. Bagaimana perasaannyai? Masihkah ada keinginan bunuh diri? Apalagi hal-hal positif yang perlu disyukuri? Bagus! Sekarang kita akan berdiskusi tentang bagaimana cara mengatasi masalah yang selama ini timbul. Mau berapa lama? Di saja yah ?” KERJA ”Coba ceritakan situasi yang membuat B ingin bunuh diri. Selain bunuh diri, apalagi kira-kira jalan keluarnya. Wow banyak juga yah. Nah coba kita diskusikan keuntungan dan kerugian masing-masing cara tersebut. Mari kita pilih cara mengatasi masalah yang paling menguntungkan! Menurut B cara yang mana? Ya, saya setuju. B bisa dicoba!”Mari kita buat rencana kegiatan untuk masa depan.”



TERMINASI Bagaimana perasaan B, setelah kita bercakap-cakap? Apa cara mengatasi masalah yang B akan gunakan? Coba dalam satu hari ini, B menyelesaikan masalah dengan cara yang dipilih B tadi. Besok di jam yang sama kita akan bertemu lagi disini untuk membahas pengalaman B menggunakan cara yang dipilih”.



2. Tindakan Keperawatan untuk Keluarga dengan pasien isyarat bunuh diri a. Tujuan : Keluarga mampu merawat pasien dengan risiko bunuh diri b. Tindakan keperawatan : 1) Mengajarkan keluarga tentang tanda dan gjala buuh diri 



Menanyakan keluarga tentang tanda dan gejala bunuh diri yang pernah muncul pada pasien







Mendiskusikan tentang tanda dan gejala yang umumnya muncul pada pasien berisiko bunuh diri.



2) Mengarjakan keluarga cara melindungi pasien dari perilaku bunuh diri: 



Mendiskusikan tentang cara yang dapat dilakukan keluarga bila pasien memperlihatkan tanda dan gejala bunuh diri







Menjelaskan tentang cara-cara melindungi pasien



3) Memberikan tempat yang aman Menempatkan pasien di tempat yang mudah diawasi, jangan biarkan



pasien



mengunci



diri



di



kaarnya



atau



jangan



meninggalkan pasien sendirian di rumah. 4) Menjauhkan barang-barag yang bisa digunakan untuk bunuh diri. Jauhkan pasien dari barang-barang yang bisa digunakan untuk bunuh diri, seperti : tali, bahan bakar minyak/bensin, api, pisau atau benda tajam lainnya, zat yang berbahaya seperti obat nyamuk atau racun serangga.



5) Selalu mengadakan pengawasan dan meningkatkan pengawasan apabila tanda dan gejala bunuh diri meningkat Jangan pernah melonggarkan pengawasan, walaupun pasien tidak menunjukan tanda dan gejala untuk bunuh diri. 6) Mengajukan keluarga untuk melaksanakan cara tersebut diatas 7) Mengajarkan keluarga tentang hal-hal yang dapat dilakukan apabila pasien melakukan percobaan bunuh diri, antara lain: 



Mencari bantuan pada tetangga sekitar atau pemuka masyarakat untuk menghentikan upaya bunuh diri tersebut







Segera membawa pasien ke rumah sakit atau puskesmas mendaatkan bantuan medis



8) Membantu keluarga mencari rujukan fasilitas kesehatan yang tersedia bagi pasien 



Memberikan informasi tentang nomor telepon darurat tenaga kesehatan







Menganjurkan keluarga untuk mengantarkan pasien berobat atau kontrol secara teratur untuk mengatasi masalah bunuh dirinya







Menganjurkan keluarga untuk membantu pasien minum obat sesuai prinsip lima benar yaitu benar orangnya, benar obantnya, benar dosisnya, benar cara penggunaannya, benar waktu penggunaannya SP 1 Keluarga



Berikut ini percakapan untuk meningkatkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pada pasien isyarat bunuh diri ORIENTASI ”Assalamu’alaikum pak/bu, sesuai janji kita minggu lalu kita sekarang ketemu lagi” “Bagaimana pak/bu, ada pertanyaan tentang cara merawat yang kita bicarakan minggu lalu?”



“Sekarang kita akan latihan cara-cara merawat tersebut ya pak.bu?” “Kita akan coba disini dulu, setelah itu baru kita coba langsung ke Farhan ya?” “Berapa lama bapak dan ibu mau kita latihan?” KERJA ”Sekarang anggap saya Farhan yang sedang mengatakan ingin mati saja, coba bapak dan ibu praktekkan cara bicara yang benar bila Farhan sedang dalam keadaan yang seperti ini” ”Bagus, betul begitu caranya” “Sekarang coba praktekkan cara memberikan pujian kepada Farhan” “Bagus, bagaimana kalau cara memotivasi Farhan minum obat dan melakukan kegiatan positifnya sesuai jadwal?” “Bagus sekali, ternyata bapak dan ibu sudah mengerti cara merawat Farhan” “Bagimana kalau sekarang kita mencobanya langsung kepada Farhan?” (Ulangi lagi semua cara diatas langsung kepada pasien) TERMINASI “Bagaimana perasaan bapak dan ibu setelah kita berlatih cara merawat Farhan di rumah?” “Setelah ini coba bapak dan ibu lakukan apa yang sudah dilatih tadi setia kali bapak dan ibu membesuk Farhan” “Baiklah bagaimana kalau dua hari lagi bapak dan ibu datang kembali kesini dan kita akan mencoba lagi cara merawat Farhan sampai bapak dan ibu datang kembali kesini dan kita akan mencoba lagi cara merawat Farhan sampai bapak dan ibu lancar melakukannya” “Jam berapa bapak dan ibu bisa kesini?” “Baik saya tunggu, kita ketemu lagi di temat ini ya pak, bu”